Kontrak Suci
Sebelum pergi meninggalkan Suci, ia berujar, “kita ketemu lagi sabtu pagi, jam tujuh. Di sini. Dan ingat, pembicaraan ini hanya antara kamu dan aku. Sampai jumpa.”
“Seratus juta … dua puluh lima juta sebulan.” Suci menelan ludah setelah mengucap hal tersebut. “Tapi … Bi-bisa saya minta uang mukanya dulu, Pak … seratus, juta.” Dengan jemari yang bergetar dan jantung yang mulai bertalu kencang, Suci membuka tas dan mengeluarkan dompetnya. “Ba-bapak … Bapak bisa bawa KTP sama SIM saya sebagai jaminan, karena cuma itu yang saya punya. Saya janji nggak bakal melarikan diri.”
Hot Chapters