Terjebak Trauma Sang Duda
Namun, kesadaran ini menemukan satu kejanggalan, yaitu pintu berwarna pastel, tidak senada dengan warna pintu lainnya—cokelat.
Rasa penasaranku membawa tubuh ini tiba di depannya. Di permukaan pintu tersebut bertuliskan sesuatu. Namun, aku tak mampu membacanya karena bukan Bahasa Indonesia yang tertera di sana. Refleks, jemari ini memutar kenop. Gagal. Pintu terkunci. Menyerah, aku hendak berbalik, tapi sudut netra ini tanpa sengaja menemukan besi yang menyembul di atas lemari sepinggul tepat di bawah buku bacaan anak-anak.
Alisku makin menyatu. "Mungkin itu kuncinya," gumanku. Tanpa rasa takut, aku membuka pintu kamar misterius itu perlahan. Sesuai praduga, pintu terbuka.
Hot Chapters