Here are 99 novels related to kunti for you to read online. Generally, kunti or similar novel stories can be found in various book genres such as Horor, Male Adult and Thriller. Start your reading from Dendam Sang Tumbal at GoodNovel!
sungut Kunit.
“Dasar bocah tengil, seenaknya saja meninggalkanku berbicara sendirian!” bentak Wunisa.
Rendra terkejut dan bersembunyi di balik bahu Soleh. Kunit menutup telinganya, pasalnya kini sudah mulai mengeluarkan darah akibat mendengar suara Wunisa. Hantu sejenis Kunit dan Posum tidak bisa mendengar suara dari manusia Harimau yang penuh dengan energi magis itu. Kedua sosok itu segera menghilang.
Ia terkekeh-kekeh, terlihat sangat senang dan bersemangat.
"Terus, jadinya anak kita namanya siapa?" tanya Raka.
Kyra menaruh mangkuk soto kudusnya yang belum habis itu di atas meja samping kasur, lalu ia mengambil ponselnya di sana. "Aku udah bikin daftarnya, loh," sebutnya. Jarinya dengan lincah menggulir layar, lalu menunjukkan beberapa pilihan nama perempuan maupun laki-laki. "Tapi kalau laki-laki aku lebih ke yang nomor 1, Arden Khevandra Argata. Kalau perempuan, aku suka yang nomer 4, Khaira Dyandra. Boleh ditambahin nama belakang, boleh nggak."
gumam Utari lagi.
"Kau sudah merasa baikan ?" tanya seorang Ibu tua kepadanya ramah yang tiba-tiba sudah berada di belakang Utari.
Utari terkejut dan menunduk.
"Maaf... Iya aku sudah lebih baik Nyonya.." jawab Utari tertunduk.
"Syukurlah kalau begitu, namaku Dyah Hartawan, Ibu dari Damar Hartawan, mungkin kau sudah bertemu dengannya beberapa hari yang lalu. Siapa namamu ?" tanya Bu Dyah.
Kantong mata yang hitam di bawah mata nya begitu kentara.
"Itu beneran si Kunti? Kenapa dia makin nyeremin? Penampilan kucel, mata kek cemong gitu? Untung aja rambutnya di iket kalo kaga bisa jadi Kunti beneran itu orang," batin Dodit mengamati sosok gadis yang ia panggil dengan sebutan Kunti.
Entah dorongan dari mana yang membuatnya terus mengikuti si Kunti yang berakhir di sebuah kamar ruang rawat kelas dua.
Ada satu halaman yang isinya seperti mantra:
> “Jika suara tawa tak bisa kau hadirkan, maka gelap akan mengikat. Bakar tanah asalnya, ikat bayangannya, dan jangan menoleh saat ia menangis.”
Desi menambahkan, “Itu berarti... kita harus cari lokasi pertama kutukan ini muncul.”
Raka mengangguk. “Berarti kita harus... ke Bukit Keramat?”
Desi terdiam sejenak. “Iya. Bukit tempat jenazah perempuan yang jadi kuntilanak itu ditemukan. Tapi banyak warga yang bilang... jalan ke sana berubah-ubah.”
999 viewsOngoingAdded to Library 37 Times as kunti
Lelaki yang dipanggil ‘Uda’ memiliki kumis sedikit lebih panjang dan lebih tebal.
Si Kumis Panjang membuka ikatan karung goni yang diturunkan saudaranya. Ia tersenyum sinis.
“Wanita ini berbahaya. Kehadirannya dapat menggagalkan rencana kita.”
“Benar, Uda. Gadis ini pula yang telah mematahkan tangan anak buahku.”
“Tidak heran. Dia adalah Puti Tan, putri dari pimpinan Perguruan Pedang Emas.”