Bias Cinta
jawab Cinta enteng lalu duduk di kursi meja rias, “aku mau mandi cepet. Kalau sama kamu, kan, lama. Banyak maunya!”
“Kamunya juga mau.” Bias kemudian duduk di tepi tempat tidur. Menarik kursi yang diduduki Cinta mendekat. Setelahnya, Bias menarik lengan Cinta agar berpindah ke pangkuannya.
“Aku sudah mandi!” Cinta menahan wajah Bias yang hendak menciumnya.
Bias menyingkirkan tangan Cinta dengan segera. “Apa peduliku.”