Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Priaku di Kursi Roda

Priaku di Kursi Roda

Terlebih pada pria yang duduk di kursi roda, aku sangat membencinya. "Ngapain? Lo pikir gue datang kemari buat ngabisin malam pertama bareng lo? Ck, gak usah berharap banyak. Inget ini cuman pernikahan kontrak." Tanganku terkepal kuat mendengar penuturan pria kursi roda itu. Dasar orang kaya! Memangnya aku tak punya hati apa? Memang benar orang yang banyak hartanya pasti takpunya hati.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai kursi kantor malang
Baca
+Pustaka
Dok, Please Cukup!

Dok, Please Cukup!

ucap Nindy, melirik sudut ruangan yang kosong melompong. "Bentar," jawab Malik, berlari kecil keluar menuju bagasi mobil, kembali membawa dua kursi plastik lipat berwarna hijau yang ternyata sudah dia siapkan sejak semalam. Nindy tertawa kecil melihat persiapan itu. "Kamu udah nyiapin ini dari semalam?" "Aku tahu kamu bakal duduk di lantai kalau nggak ada kursi," balas Malik, membuka lipatan kursi tersebut tepat di tengah ruang tamu yang masih berbau cat.
1037.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai kursi kantor malang
Baca
+Pustaka
Nona Badut itu Ternyata Istri Mafia

Nona Badut itu Ternyata Istri Mafia

Raline menunjuk pintu di ujung ruangan. "Ayo," Kali ini Badai lah yang memimpin jalan. Dugaan Raline benar. Ada ruangan dengan meja besar kayu jati dan kursi hitam empuk bersandaran tinggi di belakangnya. Dua kursi plastik berwarna putih ada di depan meja jati itu. Di sisi kanan dan kiri ruangan terdapat beberapa kursi berbahan plastik yang disusun menumpuk. Ruangan kantor ini tampak darurat. Sepertinya ruangan ini dibangun memang untuk mengelabuhi orang.
1039.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai kursi kantor malang
Baca
+Pustaka
ISTRIKU YANG MALANG

ISTRIKU YANG MALANG

sapanya yang langsung duduk di depan orang yang memasang raut bosannya. "Gue sudah sejam nunggu lo di sini, kamvret!" sahutnya kesal sambil melirik malas. Mereka adalah duo kadal bangsul yang tak lain adalah Adit dan Kiki. Mereka bukan pengangguran banyak acara semata, tapi para pengusaha muda di bidang restoran yang gemar bersenang-senang di sela kesibukannya. Keduanya juga sama-sama berdomisili di Jakarta seperti Ayman.
4.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai kursi kantor malang
Baca
+Pustaka
Bos Killer itu Pacar Rahasiaku

Bos Killer itu Pacar Rahasiaku

“Pakai itu.” Rania tercengang melihat kursi yang ditunjuk oleh bosnya. Bagaimana tidak? Reynald menunjuk kursi kantor di ruangannya dengan model kursi yang hampir sama seperti yang sedang dia pakai. Bedanya kursi yang diduduki Reynald lebih tinggi bagian badannya dan terlihat lebih mahal, sedangkan kursi yang ditunjuk Reynald justru cenderung pendek dan terlihat seperti kursi kantor pada umumnya. Namun, meskipun begitu kedua kursi itu memiliki fungsi yang sama, dan dua-duanya sama-sama bisa berputar. “Lah itu kursi muter-muter, masa iya aku naikin? Kalau nanti aku jatuh gimana?” batin Rania cemas.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai kursi kantor malang
Baca
+Pustaka
Janda Kembang

Janda Kembang

ucap Bu Ratna dengan senyuman bangga di sudut bibirnya. Bu Ratna mengamati sekitar ruangan, sudah banyak perubahan yang dilakukan oleh Reyhan untuk kantor itu, Pilihan furnitur yang tidak terlalu memakan tempat namun memiliki daya tampung yang banyak. Kursi-kursi yang empuk dengan sandaran dengan warna yang elegan menjadi pilihan Reyhan. "Sudah lama aku tak ke kantor ini, sekarang kantor ini lebih bagus dan nyaman," gumamnya.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai kursi kantor malang
Baca
+Pustaka
Mendadak Dinikahi Direktur Syar'i

Mendadak Dinikahi Direktur Syar'i

Pandangannya menyapu seluruh sudut ruang, hingga menjatuhkan diri di kursi perlahan. Backdrop logo perusahaan herbal Al-Mannan terpampang nyata di dinding bagian depan. Menciptakan kesan tak biasa yang hinggap di hati Nilna. Bagas tersenyum kecil melihat antusiasme Nilna. Ia menghela napas lega, dan duduk di kursi bagian ujung meja. Satu persatu staf kantor hadir, mengisi kursi-kursi kosong yang telah tertata rapi mengelilingi meja panjang.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai kursi kantor malang
Baca
+Pustaka
SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku

SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku

Terutama sampai duduk di tempat pemilik perusahaan. "Ayah pernah berkata kepadaku ..." Anita tidak melepaskan pandangannya dari Gema. Sedangkan Gema tersenyum penuh makna. Dulu Angga Wijaya pernah berucap. Kursi yang ia duduki saat ini, memang sebatas kursi biasa. Tidak ada bedanya dengan kursi pada umumnya. Memiliki bantalan di belakang dan bisa berputar sesuai yang penggunaannya inginkan. Namun, kursi ini memiliki peranan penting di perusahaan.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai kursi kantor malang
Baca
+Pustaka
Dikira Suami Pengangguran, Ternyata ...

Dikira Suami Pengangguran, Ternyata ...

"Abang juga mau aja Mal, tapi ... nanti Abang cari uangnya di mana ya? Kalau di tempat Abang yang dulu 'kan Abang biasa kuli tani, panggul benih, panggul padi, bajak sawah gitu. Maksudnya apa di sini ada daerah pesawahan juga? Biar Abang bisa ikut mereka kerja kalau mereka butuhin tenaga Abang." "Ya udah kalau masalah itu Abang tenang aja, Mala juga 'kan masih kerja di apotek." "Loh ya malu dong Mal, masa iya kamu capek kerja sementara Abang ongkang-ongkang kaki di kontrakan." Si Razak nolak. Bener juga sih. "Abang, di kantor Abang emang gak ada loker? Abang 'kan manager, masa iya Abang gak tahu di sana ada loker?" tanyaku pada Bang Wija.
9.7136.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai kursi kantor malang
Baca
+Pustaka
Kenapa Bajuku Selalu Sama dengan Tetangga Baru?

Kenapa Bajuku Selalu Sama dengan Tetangga Baru?

"Mas, ish, malah melamun! Aku mau resign! Aku bisa kerja dari rumah saja. Aku mau jualan atau apalah." "Repot juga kalau aku ketemu Dini setiap hari di kantor tanpa kamu, tapi memang untuk sepuluh hari ke depan aku harus ke Malang untuk buka cabang di daerah sana. Ya sudah, kalau kamu mau resign, tapi untuk sementara jangan kerja di manapun tanpa sepengetahuan aku." Puspa mengangguk patuh.
1090.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai kursi kantor malang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status