Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Masa Lalu Yang Belum Usai

Masa Lalu Yang Belum Usai

jawab Arhan sembari tersenyum. Sesuai ucapannya saat di mobil tadi, laki-laki itu mengajak istrinya untuk bersantai di teras belakang villa yang lebih nyaman dan juga tertutup, di sekelilingnya dipenuhi kaca besar sehingga pepohonan terlihat dari dalam jika gorden tak diturunkan. Ada kursi panjang yang beralaskan busa tipis di atasnya, sayangnya tidak tersedia meja di sana. Namun terdapat ruang untuk menyimpan barang-barang kecil yang sejajar dengan kepala mereka saat duduk.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai kursi santai teras depan
Baca
+Pustaka
Belenggu Cinta Sang Mafia dengan Aktivis Kampus

Belenggu Cinta Sang Mafia dengan Aktivis Kampus

Nomor 14A kursi yang terletak di tengah kursi penumpang yang bersebelahan dengan jendela. Zeni segera menduduki kursi tersebut. Hembusan nafas kasar lolos dari mulutnya. Dia bergumam : “Semoga perjalanan kali ini menyenangkan! Tubuhku masih terasa lelah.” Dia membenarkan posisi duduknya dengan senyaman mungkin dan menyandarkan punggungnya pada bagian belakang kursi.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai kursi santai teras depan
Baca
+Pustaka
Nada di Hati Sastra

Nada di Hati Sastra

“Di dalam juga kursi.” “Nggak repot, Bu.” Sastra meletakkan kedua kursi besi yang bertumpuk serta meja kecilnya di lantai lebih dulu. Ia memisahkan ketiga barang itu, lalu menatanya di teras rumah. “Lagian ini juga untuk kebutuhan saya. Jadi, nggak papa.”
1027.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 972 kali sebagai kursi santai teras depan
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Waroeng Boneka Ulujami
dari awal cerita sudah bikin penasaran. suka bgt sama karakter nada yg ga menye² dan karakter sastra yg gercep. lebih suka cerita begini, ga terlalu drama tapi alur cerita tetap menarik. perkembangan karakternya bagus. thankyou author ...️
V3_
Baru kelar baca ini. Ceritanya seru & bagus, gak ada drama yg bertele-tele, bab nya juga gak banyak jadi gak bikin bosen. tingkah Nada sama Sastra kocak bikin ketawa sendiri bacanya. sukses dan sehat selalu buat Mbak Beb.
Baca Semua Ulasan
Antara Ambisi dan Cinta

Antara Ambisi dan Cinta

Ezra menuntun Cantika masuk ke dalam rumah yang akan menjadi saksi kebahagiaan mereka sejak saat ini hingga maut memisahkan nanti. Rumah itu bergaya American classic dengan pilar putih kokoh, jendela besar dan kisi kayu putih, pintu depan berwarna biru navy elegan yang kontras. Di samping pintu, terdapat kursi goyang kayu di teras depan—sebuah detail yang pernah Cantika sebutkan saat presentasi di depan kelas: “Kursi goyang ini akan menjadi tempat pelarianku dari rutinitas hidup yang membosankan, aku akan membaca buku di sana sore-sore”
1011.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 475 kali sebagai kursi santai teras depan
Baca
+Pustaka
MENGAPA CINTA MENYAPA

MENGAPA CINTA MENYAPA

"Untuk acara macam ini, ada yang harus kamu tahu. Udah jadi kesepakatan nggak tertulis kalo salah satu kursi paling depan itu didedikasikan buat satu orang saja." “Ada enam kursi di sini dan semua buat 1 orang?” “Kursi yang lain untuk naruh laptop, ponsel, tas, dan benda lain.” “Kemaruk amat.” “Ya begitu deh.” “Emang untuk siapa?” Rania penasaran siapa orang yang begitu istimewa sehingga mau menguasai seluruh kursi di deretan terdepan. "Untuk GM?" "Mbah Kakung nggak akan mau ikut pelatihan di sini. Nggak level buat dia."
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai kursi santai teras depan
Baca
+Pustaka
Menantu Bintang Lima

Menantu Bintang Lima

Thanks a lot to Bibi! Di taman bunga depan teras, ada ayunan dan satu set bangku yang terbuat dari batu. Di teras, ada satu set meja - kursi yang terbuat dari rotan sintetis. Di samping teras, ada kolam hias dengan banyak ikan koi. Dua set sofa di ruang tamu plus kursi goyang Daddy di sudut samping jendela. Daddy biasa duduk di sana seusai mandi di pagi hari, sambil membaca koran.
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai kursi santai teras depan
Baca
+Pustaka
Casabelle

Casabelle

Sepertinya nyaman duduk di sana daripada duduk di sofa ujung ruangan Axton Ara berjalan dengan perlahan menuju meja Axton dan mendudukkan tubuhnya di kursi kebesaran Axton. Erangan nyaman meluncur dari bibir Ara ketika dirinya juga melepaskan sepatu yang sedang dikenakannya sejak tadi. Memang kursi mahal memang berbeda dari kursi-kursi biasa lainnya. Sepertinya Ara akan meminta Axton untuk membelikannya kursi seperti ini untuk di rumah.
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai kursi santai teras depan
Baca
+Pustaka
GADIS YANG TERJAMAH

GADIS YANG TERJAMAH

perintah wanita cantik tadi. Marlina digiring sebuah rumah mewah. Empat pilar tinggi di teras depan menambah kokoh bangunan bercat putih itu. Di bagian depan rumah itu terdapat sebuat gerai laundry. Ketika masuk ke dalam rumah, satu set kursi jati nan kokoh tersusun apik. Gorden tebal dengan warna yang mengkilap terpasang di depan jendela berteralis besi ulir yang indah.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai kursi santai teras depan
Baca
+Pustaka
Karena Bau Terasi

Karena Bau Terasi

Cafe itu tak jauh dari tempat Zidan bekerja, sehingga lima menit mobil sudah sampai di depan. "Mau pesan apa?" Raisa menyodorkan daftar menu setelah pesanan miliknya dicatat sang pramusaji cafe. "Samakan saja." Raisa mengangguk dan sambil menunggu pesanan datang, Raisa membuka pembicaraan. "Anda kenal saya?" tanya Raisa membuka kacamatanya. "Tidak terlalu. Tapi sepertinya Anda bukan orang sembarangan."
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 393 kali sebagai kursi santai teras depan
Baca
+Pustaka
Aku Dikira Miskin, Padahal Kaya Bukan Main

Aku Dikira Miskin, Padahal Kaya Bukan Main

Di teras rumah ada kursi dari bambu yang dibuat memanjang walaupun rumah panggung, tetapi di teras sudah di plester dari semen. Rasanya sangat adem berada di sini dan betah. Aku duduk di kursi bambu itu sambil celingukan mencari yang punya rumah. Mas Daren hanya menatapku dengan tersenyum lembut, dia pun mengetuk pintu secara perlahan.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai kursi santai teras depan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status