Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menikahi Tuan Tanah Misterius

Menikahi Tuan Tanah Misterius

Melihat bibir Eyang mulai membiru, aku berteriak frustrasi, “Kenapa nggak ada rumah sakit dekat sini?!” “Ini bukan kota, Mbak! Minim rumah sakit!" jawab Bara tanpa menoleh, terus memacu Hilux-nya. “Mas, ada kotak P3K?” suaraku mendadak tegas. Bara menunjuk ke bawah kursi depan. Aku merogohnya cepat, namun nihil hanya ada perban dan minyak kayu putih. Sial, nyawa Eyang dipertaruhkan tanpa alat medis satu pun!
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Baca
+Pustaka
Terjebak di Dunia Lain

Terjebak di Dunia Lain

Seorang perawat datang menghampiri Badar. "Pasiennya sudah bisa di pindahkan ke ruangan pak!" "Baiklah, apa pasiennya menggunakan kereta dorong atau kursi roda ?" tanya Badar. "Sebaiknya menggunakan ranjang saja pak, nanti akan di bantu tim medis." "Aku pakai kursi roda saja!" Semua menoleh ke arah Nathan, Badar melihat ke gurunya yang ikut mengiyakan permintaan Nathan.
9.541.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Baca
+Pustaka
Tergoda Teman Papa

Tergoda Teman Papa

“Soalnya Mommy saya juga lagi dirawat di sini…” Dokter itu tersenyum memahami. “Tentu saja boleh,” jawabnya. “Tidak masalah, asal Ibu tetap hati-hati dan tidak terlalu banyak bergerak.” Lalu ia menambahkan, “kalau perlu kursi roda, nanti saya minta perawat untuk menyiapkan. Jadi tidak perlu jalan jauh.” Bricia langsung mengangguk lega. “Terima kasih, Dok…”
1034.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Baca
+Pustaka
Menjadi Tawanan Tuan Mafia

Menjadi Tawanan Tuan Mafia

Kursi roda telah disiapkan di depan pintu sesuai prosedur rumah sakit bagi pasien pascamelahirkan atau pasien obstetri berisiko tinggi. Raymond membantu Clara duduk dengan hati-hati. Noah berjalan di samping ibunya sambil terus menggenggam tangan Clara. Charles berdiri paling depan. Elena dan Bu Eli mengikuti dari belakang.
1014.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 502 kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Baca
+Pustaka
Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya

Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya

“Buat siapa? Siapa yang mau memakai kursi roda?” “Untukmu, tentu saja,” potong Brian dengan nada bicara yang mutlak, mematahkan protes yang baru saja akan keluar dari bibir kecil istrinya. “Dokter menyuruh kamu untuk tidak banyak bergerak dan tidak boleh kelelahan. Jadi, duduk manis di kursi roda atau tetap diam di atas kasur ini tanpa keluar sama sekali. Tidak usah mengomel lagi!”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Baca
+Pustaka
Ganendra | Obsesi Sahabat Suamiku

Ganendra | Obsesi Sahabat Suamiku

Bau antiseptik bercampur kecemasan memenuhi udara. Nimas Asih duduk di kursi panjang, tubuhnya sedikit bergetar. Matanya bengkak karena tangis. Di sisi lain, Kinanti berdiri menatap kosong ke arah pintu IGD yang tertutup rapat, kedua tangannya saling menggenggam erat di depan dada. “Bu… minum dulu, ya,” ucap Bara pelan sambil menyodorkan segelas air putih ke arah mertuanya.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Baca
+Pustaka
Presdir, Istri Sahmu Telah Kembali

Presdir, Istri Sahmu Telah Kembali

“Kamu pakai kursi roda saja, ya.” Itu bukan suatu pertanyaan melainkan pernyataan. Marc tidak mau dibantah saat ia meminta petugas rumah sakit menyiapkan kursi roda untuk sang istri. Lagipula, Sarah masih lemas dan kakinya juga sakit. Jadi, wanita itu mengangguk pelan. Marc sendiri yang mendorong kursi Sarah ke depan ruang perawatan Tinna dan Marsha. Frank yang melihat langsung menghampiri.
1023.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 887 kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Baca
+Pustaka
DARI BABU JADI MADU (Semua bukan keinginanku)

DARI BABU JADI MADU (Semua bukan keinginanku)

Aku hanya tersenyum, mendengar pengakuan Mbak Sally, sambil mengambil alih kursi roda dari Mas Raihan. Kami berjalan di koridor rumah sakit, melihat dan berjalan melalui para pasien. Ada yang kakinya tinggal satu, ada yang matanya diperban, ada yang berjalan membawa selang ke kamar mandi, ada juga anak-anak yang sakit karena cacat kepalanya.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Baca
+Pustaka
Suara Di Bilik Iparku

Suara Di Bilik Iparku

Ddrrttt Tiba-tiba saja ponselku bergetar membuyarkan lamunanku yang masih menatap Oki yang sedang makan dengan lahap. [Hanum sudah siuman. Tapi kata dokter kaki sebelah kirinya bermasalah. Kemungkinan ia harus memakai kursi roda sampai batas waktu yang tidak bisa di tentukan. Dia juga butuh terapi rutin jika mau kondisinya cepat membaik. Sedangkan Akbar, kini justru terkapar lagi karena memaksa selalu bersama Hanum di ruang perawatan di jalang itu]
7.292.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Baca
+Pustaka
Bahagia Usai Bercerai

Bahagia Usai Bercerai

“Kiran, semuanya tidak benar. Ibu—” “Mas berbohong! Kata Mas Ibu sudah sembuh, selama ini dia hanya berpura-pura sakit. Tapi apa? Nyatanya Ibu masih sakit, masih duduk di kursi roda!” ucap Kirana melihat kursi roda yang berada di dekatnya.
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 335 kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status