Bolehkah Aku Menangis
pintanya dengan nada setengah tegas.
"Pulanglah! Aku mau mengurusi mereka." Menoleh ke dalam perumahan, mencegah mata untuk tak menatap mimik Angga yang akan membuat sesak.
"Kupikir, kau tidak berubah setelah kita lulus sekolah." Suara Angga serak, aku masih menoleh ke arah lain. "Maaf telah membuang waktumu, Han! Ini akan menjadi terakhir kita bertemu, aku berusaha untuk tidak mencari atau mengingatmu lagi," imbuh Angga membalikkan badan, terasa gesekan sepatunya. Dadaku serasa beku, memandangi punggung Angga.
Hot Chapters