Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sebening Cinta Anne

Sebening Cinta Anne

Kaulah satu di hati Kau yang teristimewa Maukah dirimu hidup denganku? Katakan "Yes I do" Jadi teman hidupku Katakan "Yes I do" Jadi teman hidupku (Lagu ini sangat terkenal ya, aku nulis sambil dengerin lagu ini dengan versi yang dinyanyikan oleh Hanin Dhiya, otewe nyari di yutube deh bidadari tak bersayap versi Hanin Dhiya wkwkwk)
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai lagunya hanin dhiya
Baca
+Pustaka
Layunya Cinta sang Nyonya

Layunya Cinta sang Nyonya

ujar Hana merasa tidak enak. Tatapan Hana muram saat melihat Finley yang masih tergeletak di lantai--tepatnya di depan pintu masuk. Finley nampak menyedihkan saat mabuk begitu. "Maaf aku tidak kuat untuk memindahkan tubuhnya ke atas sofa," kata Lily seolah tahu apa yang dipikirkan Hana. "Ah, saya mengerti kok, Nona. Saya hanya merasa sedih karena tidak biasanya Tuan seperti itu."
1039.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai lagunya hanin dhiya
Baca
+Pustaka
LULUH JIWA MAFIA & BABY

LULUH JIWA MAFIA & BABY

TOLONG JANGAN PERGI SAYANG! Dengan lemas istri Daniel hanya menjawab tolong jaga anak kita sampai dia tumbuh besar "nada yang terbata-bata", aku janji akan menjaga putri kesayangan kita sayang kamu harus bertahan "menangis", dengan tangan yang lemas, istri Daniel menyentuh wajah Daniel AKU MENCINTAI MU dengan tangan bersimbah darah hingga membekas di pipi Daniel, perlahan tangannya pun terjatuh, Daniel berteriak TIDAK kamu tidak boleh pergi jangan pergi tolong jangan pergi "menangis sejadi-jadinya". Dalam pelukan Daniel kekasih sekaligus istrinya itu tewas, melihat istrinya sudah tidak bernyawa lagi Daniel sangat terpukul dan mengisi di jasad istrinya.
825 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai lagunya hanin dhiya
Baca
+Pustaka
Hasrat Liar Suamiku

Hasrat Liar Suamiku

“Argth! Lebih cepat, Sayang, lebih cepat!” Dewangga mendesah dengan wajah memerah. Kugigit bibir bawah untuk menikmati aktivitas yang tengah kami lakukan sekarang. Mencari kepuasan dengan tangan masing-masing, sebab ia yang masih berada jauh di sana ingin melampiaskan nafsunya. “Yeah, faster Baby, faster.” Ceracauannya terus terdengar dari dalam ponsel.
1019.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 405 kali sebagai lagunya hanin dhiya
Baca
+Pustaka
Kubalas Hinaanmu, Mas!

Kubalas Hinaanmu, Mas!

HAMPA Mereka berjalan bersisian menuju tempat dansa yang sudah disiapkan. Senyum lebar terkembang di wajah Yuda dan Diandra. Begitu sampai di tengah lingkaran bunga, Yuda langsung merundukkan badan dengan bertumpu pada satu kaki. Aroma wangi dari bunga asli yang disusun mengelilingi mereka memenuhi penciuman.
998.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai lagunya hanin dhiya
Baca
+Pustaka
Lusia

Lusia

Aaron malah menganggap omelan Lusia sebagai pujian, “Kadang, menjadi kaya memang bisa sangat merepotkan... “ imbuh Aaron. Dua ucapan menyebalkan yang Lusia dengar, Lusia meniru ucapan Aaron dengan memonyongkan bibirnya tanpa membuat suara. Ekspresi dan gerak bibir Lusia terlihat sangat menjengkelkan untung saja Aaron tidak melihatnya. “Apa kamu harus sangat buruk pada Eliona seperti tadi? Tuan?” Lusia menekankan kata Tuan. Aaron yang mendengar pertanyaan Lusia, langsung menjawabnya. Respon yang lebih cepat dari yang Lusia duga.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai lagunya hanin dhiya
Baca
+Pustaka
Tuan Dingin & Nyonya Luka

Tuan Dingin & Nyonya Luka

“Ayah ingin istirahat sambil dengerin suara merdu.” Jifanya awalnya menolak, tapi akhirnya setuju. Ia menaiki panggung, duduk di depan keyboard. Detik berikutnya, suara lembut Jifanya mengalun, membawakan lagu berbahasa Turki: Hüsran dari Mustafa Ceceli. Suara itu menggetarkan. Membawa kesedihan yang dalam, seperti luka lama yang belum benar-benar sembuh.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai lagunya hanin dhiya
Baca
+Pustaka
Disayang Duda Kaya

Disayang Duda Kaya

Membuat siapa saja yang mendengarnya juga ikut tertawa. "Sore, Bu. Wah, seneng banget Raga ya main sama Oma? Barusan nyanyi ya? Nyanyi apa?" ucap Lila yang kini sudah berjongkok di depan Diani sambil mencubit gemas pipi anaknya. "Nyanyi keleta api, Ma! Naik keleta api dut dut dut!!" ucap Raga yang membuat ketiga orang dewasa itu tertawa geli karena suara kereta api yang diucapkan Raga.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai lagunya hanin dhiya
Baca
+Pustaka
Dua Labuhan Cinta

Dua Labuhan Cinta

tanya Evelia sekali lagi untuk memastikan. “Yakin. Palingan kalau dia jelek atau tidak sesuai seleraku, aku akan terkejut hingga terkena serangan jantung kemudian mati,” jawab Selena sambil melantur ke mana-mana. “Lena!” teriak Evelia geram. Selena tertawa terbahak-bahak mendengar teriakan Evelia, kemudian dia berkata, “Aku hanya bercanda.”
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai lagunya hanin dhiya
Baca
+Pustaka
ISTRI GENDUT YANG KAU HINA!

ISTRI GENDUT YANG KAU HINA!

***** "Ngapain kamu ngambil piring? Mau makan? Lapar? Ha ha ha! Bisa ngerasain lapar juga kamu setelah seharian nggak keluar kamar?" "Tapi jangan harap ada makanan lagi buat kamu walau pun cuma sisanya ya, Alya, karena Ibu nggak akan memberi kamu makanan lagi mulai hari ini! Dengar!" "Makan tuh malas! Biar kamu tahu rasa dan sadar kalau di dunia ini nggak ada sesuatu yang bisa didapatkan dengan gratis! Kalau kamu mau yang gratis, ngemis sana di luar!"
1034.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 801 kali sebagai lagunya hanin dhiya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status