Aduh, Pak Yono tak Tahan!
Maya bisa melihat jakun Yono bergerak turun saat pria itu menelan ludah, sebuah tanda bahwa benteng pertahanannya tidak sekuat yang terlihat.
Tiba-tiba, Maya mengulurkan tangan ke dinding di samping meja, menekan sakelar ganda. Lampu neon utama yang terang benderang di langit-langit langsung padam, menyisakan satu-satunya sumber cahaya dari lampu meja kecil kuning temaram yang membuat bayangan tubuh mereka memanjang di dinding. Suasana seketika berubah remang, intim, dan berbahaya.
"Lampu utamanya silau, Mas. Bikin pusing," kilat Maya beralasan, meski matanya sama sekali tidak menunjukkan rasa pusing.