Pelangkah Tanpa Syarat
Akhirnya aku hanya membuat foto kedua kakiku, yang memakai sepatu bagus pemberian dari Linda.
“Sepatu yang bagus!” bisik seseorang di dekat telinga, membuat aku sangat terkejut. Bahkan, napasnya pun sampai terasa di pipi. Aku sontak menoleh dan lebih terkejut lagi, saat aku melihat siapa yang berdiri di belakangku itu.
“Mas Ragil!” seruku, seketika tubuhku menjadi kaku, secara refleks aku maju untuk menjauh dari laki-laki itu, tanpa kuperhatikan pohon Cemara besar yang ada di depanku.
Hot Chapters