Sentuhan Panas Editorku
Di satu sisi ia ingin memeluk Meysa dan bilang semuanya akan baik-baik saja, namun di sisi lain, amarahnya karena privasi mereka dicuri membuatnya terlihat mengerikan.
"Meysa ... sepertinya panggilan ini bukan sekadar gangguan mantan pacar biasa," ucap Wildan pelan, jemarinya mencengkeram ponsel Meysa dengan kuat. "Dan grup penulis itu ... sebaiknya jangan kamu buka dulu kalau kamu belum siap mental."
"Maksudnya? Ada apa sih, Wil? Memang ada apa di grup?" Meysa mencoba meraih kembali ponselnya, namun Wildan menjauhkannya.
Hot Chapters