Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Devano Lauder

Devano Lauder

"Heyy tuan! Aku bukan sukrosa!" "Tau ko! Dan sepertinya kita sudah saling berkenalan ya!" "Heh matamu! Aku belum tau namamu!" "Kamu kan udah memberikan julukan buatku?" "Hah Kutub? Haha serius!" "Namaku Devano Lauder!" "Lauder? Si owner dan CEO berlian? Wouww kamu anak dia? Pantas saja kamu sangat beda dari yang lain! Ibuku jika membeli berlian selalu memesan ke perusahaanmu!"
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai lari laun
Baca
+Pustaka
Laki-Laki Misterius

Laki-Laki Misterius

Perlahan-lahan sebuah tebakan muncul dalam benakku, "Stun Gun?" "Yup, betul! 100 buat kamu Dewi!" seru Yolanda sambil mengacungkan jempol. "Dan bukan itu saja," ujarnya sambil mengeluarkan lebih banyak pernak-pernik barang dari tasnya. "Stun Gun, semprotan merica, peluit, sirene, walki talkie, dan satu lagi. Hari ini aku belum dapat barangnya, tapi besok pagi-pagi akan diantar." Yolanda menyampaikan barang-barang yang dia beli satu per satu, sambil menunjukkan barang tersebut padaku.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai lari laun
Baca
+Pustaka
CERAI

CERAI

tadi di telfon bilang sampai nya malem. Hehehe biar kejutan bu, tutur Zaira sambil tertawa menampilkan deretan gigi putih nya. Ya sudah kita masuk nduk, kangen kangenan nya di dalrm saja." tutur bu sari " Ya, Zaira adalah putri semata wayang dari pasangan Ibnu dan Ratna sari atau biasa dipanggil Sari. 5 tahun yang lalu ia sudah di tinggal oleh suami nya akibat kecelakaan tabrak lari. Sehingga sampai kini ia sendiri yang merawat dan membesarkan putri nya Zaira. semenjak itu ia menjadi tulang punggung untuk keluarga nya agar putri nya bisa merasakan dunia pendidikan, namun ia merasa bersalah terhadap putri semata wayang nya itu sebelum lulus MA di pesantren, Anak mya sudah berhenti sekolah kar
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai lari laun
Baca
+Pustaka
REUNI

REUNI

Tanganku dengan cepat bergerak membuka laptop. "Kok nggak jadi?" Arin pasti penasaran melihat wajahku yang kegerahan. "Di toilet ada kuntilanak, makanya gue nggak jadi cuci muka." "Ngaco." Arin menggeleng lalu kembali menatap layar laptopnya. "Oh iya! soal Pak Tama...." Aku terpaksa menoleh mendengar nama Tama disebut.
1015.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 396 kali sebagai lari laun
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Baca Semua Ulasan
ELLIA

ELLIA

Anonim.inaalaiaelelena
Ellia oh Ellia, bahkan kuda nil pun dirayunya saat mereka tak mau membuka mulut mereka. “Hai, Lilo, Loli, Jesy, Bon, Bery, Sonya. Apa kabar?” Tanya Ellia pada enam kuda nil sebelum menyemprotkan air ke tubuh mereka. Tak diduga, serentak keenam kuda nil membuka mulut lebar-lebar. Mereka pun mengangguk-angguk bahagia sambil mengedipkan-ngedipkan mata.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai lari laun
Baca
+Pustaka
Luna dalam Lara

Luna dalam Lara

"Maksudmu, Rizal tidak bersih?" "Saya hanya mengatakan, Tuan Sanjaya, bahwa di kota ini, semua orang punya rahasia," jawab Luna, lalu ia melakukan gerakan yang mengejutkan. Ia dengan sengaja menuangkan segelas champagne ke gaunnya sendiri. "Astaga!" seru Luna, berpura-pura panik. "Tuan Sanjaya, bisakah Anda bantu saya? Gaun ini harus segera dibersihkan, atau akan rusak total."
10864 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai lari laun
Baca
+Pustaka
Wanita Pecandu Luka

Wanita Pecandu Luka

"Oooh gitu, oke oke." "Yaudah kalau gitu, gue tutup ya. Bentar lagi Fany mau keluar kamar," ujar Lauren. "Keluar kamar ngapain?" "CT scan." "Ooh, oke Lau. Thanks ya infonya." "Iya, Jun. Bye." "Bye."
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai lari laun
Baca
+Pustaka
LAILA

LAILA

Sambungku. Aku mendekati Ayah. Saat itu aku teringat sahabatku Tiara, ibunya akan menghilangkan dirinya. Aku khawatir. Aku segera berpaling ke belakang. Wajahku terlalu dekat dengan Wira. Apa dia masih menjagaku? Meskipun sekilas aku baru sadar mata Wira memiliki warna yang berbeda. Mata kanannya berwarna hitam pekat seperti burung gagak dan mata kirinya berwarna cokelat seperti orang Indonesia pada umumnya. Wira langsung menjaga jarak dariku. "Ada apa Laila?" Tanya Wira dan sepertinya dia gugup.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai lari laun
Baca
+Pustaka
BI-LA

BI-LA

Tawanya mulai terdengar. Kara mendengus, “Emangnya nama lo bukan warna?” Nila langsung kicep, “Ya udah sih, langsung aja keintinya. Nanti gue juga bakalan ingat kalau udah dijelasin beritanya.” Kara mengangguk. “Dia Gay.” “…” “Bercanda ya?”
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai lari laun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status