Nadira
Bu Lilis duduk manis di tempatnya, kantin yang sunyi mampu membawa suaranya ketelinga Nadira dengan Jelas.
Seisi kantin tentu saja penasaran akan jawaban gadis itu, sedang Nadira meminum teh angetnya terlebih dahulu sebelum akhirnya tersenyum lebar dan berpikir kata-kata yang pas buat bundanya.
"Bunda, ya? Emmm Bunda itu cantik banget, lebih cantik dari berbie. Seandainya Bunda mau jadi model, Bunda bakal jadi yang terkenal, Bunda itu bagi Dira kaya Malaikat tak bersayap, wajahnya enggak bisa dideskripsikan karena terlalu cantik." Nadira menatap Bu Lilis yang mengangguk-angguk, masih terlihat penasaran. "Iya, Bu. Bunda Alle cantil banget di ucap 100 kali, tapi galaknya juga buaaanyak buaange
Hot Chapters