Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

ucapnya lirih. "Selanjutnya kita akan ke Volcano Hot Spring untuk relaksasi mandi lumpur--" "Kita mandi lumpur bersama." "Anda bisa serius, Tuan Shin?" Jihye kembali mengeratkan rahang ketika mendongak dari kertasnya. "Kau menggemaskan." "Selanjutnya kita akan melihat sunset terbaik di dunia di atas kapal. Dan tour berakhir di Amoudi Beach. Ada pertanyaan?"
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai larung ayu utami
Baca
+Pustaka
Mahligai Abu dan Berlian

Mahligai Abu dan Berlian

“Saya akan datang lagi lain waktu. Jika Ibu tidak keberatan.” “Aku... aku akan senang.” Ratma tersenyum, senyum kecil yang tulus. “Jangan lama-lama.” Ayu berjalan meninggalkan taman, kalung itu tergenggam di tangannya. Dia tidak langsung membukanya, tetapi merasakan kehadirannya. Di mobil, dia baru membuka kotak itu. Di balik kalung, ada secarik kertas kecil yang sudah menguning.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai larung ayu utami
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

Ia melesat laksana anak panah yang melesat dari busurnya, bergerak ke arah selatan, menembus pedalaman Kanigoro, menuju puncak Bukit Ngobaran yang menjulur curam ke samudra selatan, seolah bibir yang haus mencium gelora ombak. Di atas tebing cadas yang begitu terjal, di mana deburan ombak laut selatan yang kejam menghantam karang dengan amuk ganasnya, Kayuwangi menemukan sosok istrinya. Ron Ayu berdiri tegak di ambang jurang, mengenakan pakaian serba putih yang berkibar ditiup angin laut yang kencang, rambutnya terurai panjang laksana untaian benang sutra hitam yang ditarik dewa. Di sana, di atas bebatuan karang yang kasar, ia telah menyiapkan sesaji upacara Sati, sebuah ritual berbelapati k
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai larung ayu utami
Baca
+Pustaka
The Last Queen

The Last Queen

tanya Utari setelah menerima bumbung kecil berisi cairan itu. "Upas sewu," jawab Nyi Gandaruhi. Upas sewu adalah bisa ular mematikan yang dimiliki oleh Nyi Gandaruhi. Konon setetes saja sudah bisa membunuh seribu manusia, sebegitu dahsyat kekuatannya sehingga orang-orang menyebutnya upas sewu. Nyi Gandaruhi sendiri hanya bisa mengeluarkan upas sewu sekali saja dalam setiap seribu purnama, jadi Utari sangat beruntung mendapatkannya.
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai larung ayu utami
Baca
+Pustaka
Utari

Utari

Arang itu memenuhi seluruh wajah Utari, sehingga Ibu Nur pun tak dapat mengenali wajah Utari. "Dimanapun dan apapun yang terjadi. Kau harus selalu menggunakan arang ini. Kau harus bisa menyelamatkan diri. Pergilah !" ucap Bu Nur. "Lalu Ibu bagaimana?." tanya Utari. "Jangan khawatirkan Ibu !" jawab Bu Nur.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai larung ayu utami
Baca
+Pustaka
IZINKAN IBU TINGGAL BERSAMAMU NAK

IZINKAN IBU TINGGAL BERSAMAMU NAK

Wanita tua itu tersenyum. "Makan dulu, Bu. Aku udah buatin bubur ayam spesial buat Ibu." Arum datang membawa mangkuk yang masih mengepulkan asap lalu duduk di tepi ranjang. Dengan hati-hati Arum membantu Utami duduk. Diletakkannya bantal di belakang sang mertua agar wanita itu nyaman. "Baunya saja harum, pasti rasanya enak." Utami mengambil sendok yang ada di atas mangkuk lalu mengisinya dengan bubur ayam dan menyuapkan ke dalam mulut.
1014.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai larung ayu utami
Baca
+Pustaka
Kami Yang Kau Buang

Kami Yang Kau Buang

paket A 50 ribu Paket B 75 ribu Paket C 100 ribu Paket D 150 ribu Paket E 200 ribu Setiap paket isinya campur ada empek-empek kapal selam, lenjer, keriting, kulit, pastel,adaan dan empek-empek telur yang membedakan jumlah isinya saja. Tia menerima pesanan luar dan dalam kota untuk luar kota empek-empek akan di vacum dan dikirim dengan menggunakan jasa khusus agar empek-empek tidak gampang basi dan untuk kuahnya Tia menggunakan botol.
8.733.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 743 kali sebagai larung ayu utami
Baca
+Pustaka
Arya Tumanggala

Arya Tumanggala

MENURUTI saran Wyara, Tumanggala lanjutkan pencarian ke arah barat. Tujuannya adalah Lusem, sebuah pemukiman ramai nan asri di kaki Gunung Pawinihan. Boleh dikatakan Lusem merupakan pintu gerbang menuju gunung suci tersebut. Orang-orang yang hendak menuju ke gunung dari arah Kotaraja, bisa dipastikan melewati Lusem sebagai jalur utama.
9.933.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai larung ayu utami
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
Artha Trishna
Wow, ini mutiara terpendam di GoodNovel. Sejauh ini satu-satunya cerita silat berlatar sejarah yang informasinya valid, enggak ngawur. Baca ini nambah pengetahuan sejarah. Nama-nama tokoh, juga bahasa dan istilah yang digunakan, semuanya pas sesuai dengan zaman yang diceritakan. Mantap, salut!
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Baca Semua Ulasan
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Dua jari telunjuk dan tengah milik Arya sukses menembus liang intinya yang ternyata sudah sangat basah kuyup. "Mulutmu bilang kamu sangat membenciku, terus kamu juga bilang ototku ini cuma tumpukan daging sampah." Arya menggesekkan jarinya, memutar dengan gerakan cepat yang mematikan. "Anehnya, bagian bawahmu ini malah banjir lendir manis menyambut jariku dengan sangat rakus!"
10.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai larung ayu utami
Baca
+Pustaka
Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Suaraku serak tertahan. Bu Aisyah tersenyum teduh sekali. "Arum, nggak usah dipikirin. Ini semua saya sedekahkan untuk acara selamatan anakmu, tolong diterima, ya!" Bu Aisyah tersenyum lagi. Aku hampir menangis melihat belanjaan banyak, beras dua karung, ayam lima ekor, mie kuning, minyak satu derigen lima kiloan, Ya Allah Bu Aisyah, mulianya hatimu.
7.840.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai larung ayu utami
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status