Gadis Terakhir
Aarav meringis, dia lantas lari terbirit-birit naik ke lantai dua setelah Sifabella melemparnya menggunakan bantal sofa.
“Sebentar lagi daddy pulang sama aunty Rossa … daddy bilang berapa hari?”
Aleia mengangkat lima jarinya.
“Iya, lima hari … ini baru hari pertama, kita tunggu empat hari lagi ya?”
Aleia berhenti menangis, dia menganggukan kepala sembari menyusut air matanya.
Tadi Sifabella mengingatkan kalau daddynya hanya akan pergi lima hari dan hari ini adalah hari pertama jadi Aleia masih memiliki harapan empat hari ke depan.