Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak BossZone

Terjebak BossZone

Edgar merasa bersalah saja ketika dulu tidak menuruti permintaan Nesa yang ingin melihat sunrise, padahal itu adalah hari terakhir di mana mereka honeymoon—tempat wisata yang pertama kali mereka kunjungi, karena mereka hanya menghabiskan waktu di villa waktu itu. Setidaknya membawa Nesa ke sini bisa menebus kesalahannya. Kini keduanya sudah duduk di bibir pantai, dengan segelas susu putih juga beberapa pastry untuk hidangan breakfast, bersiap untuk memandangi sunrise—fenomena alam ketika matahari terbit di atas cakrawala yang menandai awal hari. "Ini beneran cuman kita berdua di sini, Mas?" tanya Nesa.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai last sunrise
Baca
+Pustaka
MENJADI ORANG KEDUA

MENJADI ORANG KEDUA

"Saat matahari bangun kita juga bangun namanya sunrise atau matahari terbit. Dan saat matahari tidur, manusia juga tidur dan tugas matahari digantikan oleh bulan dan bintang, dan namanya bukan santet tapi sunset, matahari tenggelam. Dan itu bisa kita lihat sore nanti." Ia tersenyum melihat Revan dan Ravan yang mata bulatnya begitu jernih, saling melirik. "Dan kalau Ev sama Av mau liat sunrise, kita bisa lihat itu satu jam lebih sedikit." "Sedikit itu belapa lama, Mas Aji?" "Satu menit? Dua menit?" "Hmm..., mirip mbak Imah sama mbak Iyah yang lagi ngomel karena iklan sinetron kesayangan mereka lama."
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai last sunrise
Baca
+Pustaka
COWOK BERMATA DINGIN

COWOK BERMATA DINGIN

Bisik Lenny yang masih mengantuk. "Sudah jam lima. Bangun dong, kita lihat sunrise yuk!" Anakku lagi "Oh iyaa.. aku mau lihat sunrise!" Seru Lenny dan bergegas bangun. "Indri.. ayo bangun. Kita lihat sunrise, yuk" Lenny membangun kan Indri yang masih meringkuk di selimutnya. "Yaaaa, tungguin..!" Seru Indri dan kemudahan bangun duduk
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai last sunrise
Baca
+Pustaka
QUEEN: I LOVE YOU PAPA

QUEEN: I LOVE YOU PAPA

Cicit Alesha yang kembali harus merasakan debaran di dadanya. Dalam debaran yang sulit dikendalikan, Alesha bersandar di dada Alvaro. Mereka sama-sama menanti detik demi detik munculnya sang surya yang bersiap menerangi bumi. Perlahan cahaya kemerahan mulai muncul di ufuk timur, cahaya yang berangsur-angsur mulai kelihatan terang hingga sang surya yang mulai menampakan diri, “Wow…, cantik banget.” Kagum Alesha kala sang surya yang sudah terbit sempurna.
1050.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai last sunrise
Baca
+Pustaka
Kembalinya Istri Sah sang CEO

Kembalinya Istri Sah sang CEO

Lantas, mereka berdua pun naik ke lantai paling atas, lantai 12, untuk menikmati matahari yang sedang terbit. Angin dingin pagi hari bertiup membuat rambut Rashel beterbangan. Seketika itu suasana hati Rashel terasa luar biasa tenang. Selama ini dia selalu sibuk membalas budi kepada keluarga Rolando dan sibuk membangun karirnya, tapi jarang sekali dia mendapatkan waktu bersantai seperti ini. Sejauh yang bisa Rashel ingat, dia tidak pernah melihat matahari terbit seperti ini. Dia tidak pernah berpikir ternyata melihat matahari terbit begitu indah. Selagi Rashel sibuk menikmati matahari, Ronald justru sedang mengamatinya. Tatapan matanya hanya diisi dengan fitur wajah Rashel, seakan dia tidak
9.61.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49.6K kali sebagai last sunrise
Tampilkan Ulasan (204)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Tini
Diantara banyak ya novel yg saya baca, cuma ini yang novelnya berbobot. Baik dari kata2 nya maupun isi nya. Kata per kata yg digunakan dengan bahasa yg Mencerminkan kepintaran pengarang. Novel yg selalu ditunggu kelanjutannya smp ga sabar. Semangat kak ............
Baca Semua Ulasan
The Sunday Sunflower

The Sunday Sunflower

Gathan meletakkan ponselnya ke atas nakas setelah sambungannya dengan Radit terputus. Lantas ia menggerakkan kursi rondanya mendekati jendela kamar yang terbuka; menampilkan hamparan bunga matahari yang ditimpa cahaya bulan purnama, ditemani bintang-bintang yang berkedip pelan.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai last sunrise
Baca
+Pustaka
Bertemu di Perancis

Bertemu di Perancis

Chrystal bersyukur karena apartemen Auntynya ini berada di gedung yang cukup tinggi, sehingga dari atas sini Chrystal dapat melihat dengan jelas hampir sebagian besar Kota Paris yang menghadap ke timur ini, ia bisa menikmati indahnya sunrise di Kota Paris pagi ini. Chrystal segera berlari mengambil hpnya yang masih tergeletak di atas tempat tidur, ia seakan takut kehilangan moment indah ini. Moment di mana sang mentari pagi mulai muncul di ufuk timur menyapa Kota Paris dengan bias-bias merah merona di antara birunya sisa-sisa langit malam. Menciptakan siluet-siluet yang begitu indah mempesona, memberikan view sunrise yang sungguh luar biasa yang belum pernah dilihatnya seumur hidupnya. Sesaa
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai last sunrise
Baca
+Pustaka
Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)

Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)

“Earl, bangun. Aku ingin melihat sunrise.” “Sebentar, Xa. Masih terlalu pagi.” Earl justru semakin mengeratkan selimutnya, membuat Alle mendecak kesal dan beranjak dari sana, membuat Earl langsung membuka matanya dan menarik lembut tangan Alle. “Iya, iya, aku bangun. Ayo kita melihat sunrise.” Earl mengacak gemas rambut Alle, membuat Alle tersenyum senang dan menarik tangan pria itu untuk segera ke kamar mandi.
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai last sunrise
Baca
+Pustaka
06:00 After Sunrise

06:00 After Sunrise

"Aku sudah merindukanmu selama satu bulan di atas hidup dan matiku, Selene. Kamu milikku malam ini." *** Mentari sudah terbit cukup tinggi. Burung-burung berkeciap di dalam wadah mandi berbahankan batu pasir putih. Selene mengerjapkan mata indahnya perlahan, kala sinar matahari mengenai wajahnya. Merambat masuk melalui tirai tipis yang menutupi jendela. Gadis itu mulanya tersenyum, kala melihat pemandangan langit biru dari jendela setinggi langit-langit ruangan itu. Termasuk pemikiran hal-hal yang terjadi semalam lalu, Selene memegang pipinya yang bersemu merah. Ia mengulum bibirnya malu.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai last sunrise
Baca
+Pustaka
Berbagi Apartemen dengan Ketua BEM

Berbagi Apartemen dengan Ketua BEM

Mereka berdua menatap matahari yang baru terbit itu dengan senyum samar. “Ini kali pertama gue liat sunrise,” ujar Kaila menatap kagum ke arah matahari yang setengahnya masih bersembunyi. “Lo harus liat sunrise di atas gunung, itu jauh lebih indah,” balas Angkasa dan melirik Kaila yang masih memasang wajah kagumnya. “Ah males, capek banget pasti ngedaki gunung.” Kaila menanggapi ucapan Angkasa beberapa detik kemudian.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai last sunrise
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status