Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Terpendam Sang CEO

Cinta Terpendam Sang CEO

Ia tidak bisa mencerna apa yang membuat hari itu terasa begitu berbeda, yang jelas hatinya seperti merasa ada yang kurang. Ia berdiri, lalu melangkah pelan ke jendela yang mengarah ke laut lepas. Di kejauhan ia bisa melihat lautan warna biru dan ombak bergulung yang memecah karang di teluk. Baru saja dirinya berpikir bagaimana rasanya bisa dirinya berenang di lautan biru itu ketika sebuah kilas kejadian saat dirinya tenggelam digulung ombak berputar di kepala.
109.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai lautan biru
Baca
+Pustaka
Blue Flame

Blue Flame

Tak terbaca, seperti patung marmer yang dipahat sempurna. Kulitnya pucat, putih seperti salju. Namun bukan dingin yang ia rasakan saat menatapnya. Melainkan matanya, Sepasang mata biru tenang, damai, aneh tapi menenangkan. Seperti langit musim semi di pagi hari. Ada kehangatan di tatapannya, kontras tajam dengan aura misterius dingin yang menyelimutinya. Namun pandangan Rohana perlahan turun ke sesuatu di lehernya. Dan napasnya langsung tercekat.
870 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai lautan biru
Baca
+Pustaka
BLASTERIS TERKUAT

BLASTERIS TERKUAT

Sinar biru keluar dari ujung jarinya dan menyebar seketika untuk menyelimuti radius puluhan mil dari wilayah laut, termasuk semua pasukannya. Tampaknya jaring laba-laba biru sedang menelan wilayah laut dan pasukan Merpeople. Hal yang terjadi selanjutnya mengejutkan Krisna. Hantu Beelz Celestial membeku di tempatnya. "Apa yang sedang terjadi?" Jantung Krisna berdetak kencang. “Itu adalah Batas Air.” Suara Leon terdengar. “The Merqueen menggunakan Batas Air untuk membekukan area laut ini dan Beelz Devouring-mu.”
1066.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai lautan biru
Baca
+Pustaka
7 Sumpah

7 Sumpah

Panas terik sangat menyengat, angin yang berhembus menerpa kulit terasa segar saat ini. Haidar duduk di 'Star Cafe' menikmati Ocean blue cafe, minuman ini berwarna biru seperti birunya lautan, dengan gelembung-gelembung yang diciptakan dari soda, es batu yang berenang-renang didalam gelasnya, serta sepucuk daun mint diatasnya. Tentu minuman segar jika dinikmati ditengah cuaca yang panas seperti ini.
9.96.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai lautan biru
Baca
+Pustaka
Idol Menyebalkan itu Mantan Pacarku

Idol Menyebalkan itu Mantan Pacarku

Latar pemotretan kini berpindah ke sebuah pantai yang memukau. Hamparan pasir putih membentang luas, ombak bergulung lembut, menciptakan irama alami yang menenangkan. Lautan terbentang sejauh mata memandang, warnanya sebiru pupil mata Kaelen, dalam dan misterius. Di atasnya, langit bersinar cerah, memancarkan warna biru muda yang begitu jernih—begitu mirip dengan warna mata Nursyid.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai lautan biru
Baca
+Pustaka
Obsesi CEO Arogan

Obsesi CEO Arogan

“Asalkan aku tidak melihat lautan saja, tidak masalah.” “Padahal di sana memiliki pantai yang begitu indah. Sayang sekali jika kau tidak ikut berenang melihat penyu yang berenang.” “Penyu?” Memang ada?” Javie menangguk. “Ada. Pantai di sana airnya being sekali, warnanya tidak biru gelap, warnanya seperti hijau bercampur biru, seperti warna toska.” “Tetap saja saat menyelam terlihat di ujungnya biru gelap yang menyeramkan!”
9.439.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai lautan biru
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Lautan biru kehijauan yang membentang hingga ke cakrawala, bertemu dengan langit pagi yang kini mulai memerah saga. “Gila,” bisik Luna di sebelahnya, matanya terpantul oleh kilau matahari di permukaan air. “Ini… luas banget.” “Lebih dari sekadar luas,” sahut Bah Sura dari anjungan, tangannya memegang kemudi kayu dengan cengkeraman yang ringan namun pasti. “Ini adalah kehidupan. Dan juga kematian. Keduanya menari di setiap riak ombaknya.”
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai lautan biru
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat

Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat

Orion menghiraukan semua itu, ia mengedarkan matanya ke seluruh penjuru dan mengamati tempat di mana mereka berada saat ini. Hamparan lautan biru, ombak yang bergulung-gulung akibat diterpa oleh angin, kemudian di atas sana langit dengan biru cerah serta awan putih menggulung seperti kapas bersih pun menyapanya. Sapuan angin membawa aroma asinnya air laut, bahkan hempasan tersebut membawa ombak kecil menghantam tubuh beberapa orang yang masih mengapung di atas permukaan laut.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai lautan biru
Baca
+Pustaka
Makin Tua Makin Cinta

Makin Tua Makin Cinta

Semua kabel-kabel yang berserakan ditanam di bawah tanah. Selain tak ada kabel-kabel berantakan dan baliho-baliho iklan yang merusak pemandangan, perhatian Hana tak bisa lepas dari biru dan tenangnya lautan Perairan Dumadi. Meski begit, beberapa bekas reklamasi memang tak bisa diungkiri, membuat warna air laut jadi biru muda di beberapa bagian, menunjukkan bagian-bagian itu yang lebih dangkal dari sekitarnya. “Sudah sampai, Bu.”
6.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai lautan biru
Baca
+Pustaka
Kado Biru Istriku

Kado Biru Istriku

Kado Biru Istriku "Dek, ini uang bulanan buat kamu. Ingat, digunakan sebaik mungkin. Jangan belanja yang nggak perlu." Andin menerima pemberian uang dariku tanpa suara. Uang itu segera diletakkannya di atas nakas begitu saja tanpa menyimpannya dalam dompet seperti biasanya. Bahkan ia tidak menghitung berapa jumlah uang tersebut. Aneh, biasanya selalu ia hitung di hadapanku dan lalu mengeluh kalau uangnya kurang.
1065.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai lautan biru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status