Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang
Kanaya berdiri dengan santai, dagunya sedikit terangkat, senyum tipis penuh rasa meremehkan menghiasi wajahnya.
“Nona Lily,” ucapnya ringan, suaranya cukup jelas terdengar di seluruh arena. “Kau yakin ingin melawanku?”
Lily berdiri beberapa langkah di depannya, bahunya tegang, namun tatapannya tidak mundur sedikit pun.
“Kau tahu,” lanjut Kanaya, “aku juara berturut-turut di kompetisi ini.” Ia memiringkan kepala sedikit. “Lebih baik kau mundur sekarang sebelum kau terluka parah.”