Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SELALU DICAP MANDUL

SELALU DICAP MANDUL

Yang tidak lumrah itu sifat pamer kakaknya. "Haduh gimana ini, Zah? Aku ngeludah terus. Bolak balik ngeludah sampai pahit nih mulut." Leha membuka percakapan, berbasa-basi, tapi basi banget. Bikin ngilu di hati. "Biasa mbak, pengaruh hormonal," jawab Izza singkat. "Kamu tahu dari mana? Kamu kan gak pernah hamil, thoo?" Leha menyeletuk begitu saja.
2.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 74 Beses bilang lebam tanpa sebab
Read
+Library
MALAM TANPA WAJAH

MALAM TANPA WAJAH

“Aku tidak tahu harus merasa apa. Tapi rasanya… ada yang mengintai kita. Aku cuma berharap kita bisa keluar dari sini tanpa ada hal buruk yang terjadi.” Lila berjalan di belakang mereka, matanya tidak pernah lepas dari sekitar. Ia merasa semakin gelisah, walaupun ia berusaha untuk tetap berpikir rasional. "Kenapa semuanya terasa semakin aneh? Seharusnya kita sudah selesai dengan ini, tapi kenapa ada perasaan seperti ini?"
623 viewsOngoingIdinagdag sa Library 15 Beses bilang lebam tanpa sebab
Read
+Library
Hamil Tapi Perawan

Hamil Tapi Perawan

tandas Ummi Shali emosi. Tsabi terdiam, tidak punya pilihan lebih tepatnya, sungguh ujian ini terlalu berat gadis itu rasa. Dia tidak pernah melakukan perbuatan terhina itu, jadi tidak mungkin tiba-tiba hamil begitu saja. Pasti ada sesuatu yang Tsabi sendiri tidak paham dengan apa yang terjadi pada dirinya. Sangat tidak mungkin hamil tanpa tersentuh. Suasana ruangan menjadi tidak kondusif. Semua orang di luar sana mulai kasak-kusuk dan bertanya-tanya. Kenapa acara akadnya tidak mulai-mulai.
9.860.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang lebam tanpa sebab
Read
+Library
Kita Tidak Berjodoh

Kita Tidak Berjodoh

perintah Inayah menyodorkan obat berupa salep khusus untuk memar. Chandra menerima obat tersebut. Sepertinya Inayah telah membeli obat untuknya pagi itu. Chandra mengoleskan salep itu pada luka lebam di wajah, lengan, dada, dan perutnya. Namun, dia kesulitan untuk mengobati lebam yang terdapat di punggungnya. Susah payah Chandra berusaha menggapai lebam di punggungnya, tetapi hasilnya dia malah merasakan nyeri di lengan dan dadanya. Malah terasa sesak. Inayah yang merasa kasihan melihat anaknya kesulitan, berinisiatif mengambil salep dari tangan Chandra.
102.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 75 Beses bilang lebam tanpa sebab
Read
+Library
Rasa Tanpa Batas Waktu

Rasa Tanpa Batas Waktu

"Kabarnya sih enggak Om. Padahal sih udah diusut. Cuma keterangan polisi, karena nggak ada saksi sama CCTV di tempat kejadian. Jadi ya.... gitu deh. Keluarga Herga nggak mau memperpanjang masalah itu dan memilih untuk mengikhlaskan." Steffan menghela nafas panjang. Tidak habis pikir dengan peristiwa yang menimpa keluarga Herga. Andai saja itu terjadi pada dirinya, ia tidak akan pernah membiarkan pelaku tabrak lari itu lolos begitu saja. Atau mungkin orang itu punya power yang membuatnya bisa lolos dari jeratan hukum? "Oh.... kasihan ya," desis Steffan lirih. "Terus, tadi bapak bilang 'sayang' gitu, maksudnya bagaimana?"
106.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 218 Beses bilang lebam tanpa sebab
Read
+Library
Obsesi Terlarang

Obsesi Terlarang

“Ini lho ... harusnya kan di punggungnya tak perlu ada ini, pasti cantik!” “Wah, seksi ya?” “Sepertinya warna hitam membuatmu cocok memakainya.” Semua percakapan itu saling diutarakan satu sama lain dan mengomentari apa yang tengah mereka pegang. Tanpa mereka sadari, ponsel Kania sudah bergetar berkali-kali karena Adam menghubunginya. Wanita itu baru menyadari saat tasnya menempel di punggung Kejora yang tengah mematut diri di depan cermin dan mencoba produk yang akan dibelinya.
1053.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang lebam tanpa sebab
Read
+Library
Cinta Tanpa Jeda

Cinta Tanpa Jeda

tanya Rafael bingung. "Oh, jadi loe masih kepikiran kejadian di sekolah tadi?" tanya Bagas dengan menahan tawanya. Jo pun tak menjawab. Ia malah sibuk mengetuk-ngetukkan dasar gelas yang ia genggam dengan permukaan meja yang keras. Sementara Rafael menatap Bagas dengan raut wajah menuntut penjelasan. Bagas pun menyunggingkan bibirnya. Lalu menepuk pundak Jo pelan. "Udahlah, Jo. Ngapain sih loe mikirin hal yang nggak penting kayak gitu. Loe tenang aja. Palingan besok juga loe nggak bakal ketemu cewek itu lagi. Secara, tadi siang aja dia udah langsung cabut dari sekolahan. Apa itu bukan berarti dia udah ngundurin diri dari sekolahan kita?" lanjut Bagas. Jo pun melirik Bagas sekilas. Lalu ia pu
1011.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 439 Beses bilang lebam tanpa sebab
Read
+Library
Warisan Terakhir Sang Legenda Monyet Emas

Warisan Terakhir Sang Legenda Monyet Emas

Ketika dia menariknya keluar, sebuah potongan kertas catatan kecil berwarna kecokelatan kini berada di genggamannya. Itu bukan laporan misterius yang mereka temukan sebelumnya, melainkan sebaris tulisan tangan Tommy yang tampak ditulis tergesa-gesa dengan tinta hitam yang mulai memudar. Hanya ada satu nama yang tertulis di sana: Lembah Angin Sunyi. "Lembah Angin Sunyi?" Lewi mengeja tulisan itu dengan dahi berkerut. "Aku tidak pernah mendengar nama tempat seperti ini, baik di Indonesia maupun di sini."
10398 viewsOngoingIdinagdag sa Library 12 Beses bilang lebam tanpa sebab
Read
+Library
Sentuhan Membara Agen Rahasia Tampan

Sentuhan Membara Agen Rahasia Tampan

Dikarenakan ini bukan ranah Braden untuk menangani kejadian ini, Braden pun hanya bisa mengawal kasus ini agar secepatnya mendapatkan titik terang. “Orang terdekatnya?” tanya Braden. “Ya, jelas sekali!” jawab orang dari kepolisian. “Dilihat dari banyaknya luka lebam, dia pingsan bukan karena overdosis tapi karena lemas kan?” “Ya kau benar, tempat ini sangat kacau korban pasti sempat melawan habis-habisan!” jawab polisi itu. “Baiklah, aku tunggu kabar berikutnya segera!” ucap Braden.
10541 viewsOngoingIdinagdag sa Library 20 Beses bilang lebam tanpa sebab
Read
+Library
Kecantol Cinta Janda

Kecantol Cinta Janda

“Kalau kamu ngerasa ini aneh, kenapa datang?” Lele mengangkat bahu santai. “Ibu aku maksa. Katanya kamu anak baik, mapan, dan... yah, terlalu lama jomblo. Jadi mereka takut kamu kelamaan mikir malah jadian sama pohon.” Kiwi terbatuk pelan menahan tawa. “Aku nggak jadian sama pohon, kok.” Lele tertawa. “Ya udah bagus. Tapi serius, kamu lagi dekat sama seseorang, ya?”
10919 viewsOngoingIdinagdag sa Library 31 Beses bilang lebam tanpa sebab
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status