SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH
“Terima kasih, Om. Nanti kalau kakiku sudah sembuh betul, aku mau ditarik saja ke kantor.”
“Lho, kenapa kerja di rumah? Bukannya enakkan kerja di rumah? Aku malah ingin setiap hari di rumah biar sama-sama istri terus.”
“Iya, Om. Kelebihannya itu kerja di rumah bisa deketan terus sama istri. Malah bisa kerja sambil gendong istri. Toh, Om tidak akan tahu aku mengerjakannya sambil ngapain. Tapi sepertinya akan terasa lebih indah jika kita dirindui, dikangenin gitu. Ditungguin pulang di depan pintu dengan rindu yang membumbung. Diteleponin ditanya kapan pulang, jangan lama-lama pulangnya. Sepertinya indah, ya, Om.” Bastian menerawang jauh.
Hot Chapters