Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Raina

Raina

“Oalah, pantas saja. Ibu periksa kandungan?” Aku mengangguk. Pertama, dokter Anna memintaku mengulurkan tangan kiri untuk dilakukan tensi. “Ini baru pertama kali, atau Ibu sudah pernah periksa sebelumnya?” “Baru pertama kali.” “Sudah tes urine?” Aku mengangguk lagi. “Kapan terakhir kali ibu menstruasi?” Berpikir sejenak, karena aku tidak begitu yakin dengan ingatanku sendiri. “Sekitar enam minggu yang lalu.”
109.9K viewsOngoingAdded to Library 305 Times as colleen hoover
Read
+Library
SHANIA

SHANIA

titah Alan. ***
108.8K viewsCompletedAdded to Library 334 Times as colleen hoover
Read
+Library
THE KOLONI

THE KOLONI

#.Pov Arrone Hai, aku Arrone Maagsolf calon Alpa koloni Redmoon. Sebentar lagi hari pelantikanku sebagai Alpa dalam kaumku tapi sejujurnya aku belum siap untuk itu. Papa memintaku untuk menemukan mate-ku secepatnya sebelum aku dilantik agar pelantikanku bisa disertakan dengan pelantikan mateku menjadi Luna dalam koloni kami.
107.0K viewsOngoingAdded to Library 244 Times as colleen hoover
Read
+Library
Alisya

Alisya

pengumuman dari kantor. "Aiys, ayoo ke aula," ajak Melati. Aiys memandang Melati dan Tahlita bergantian, masih ada satu tempat yang belum mereka jejaki. "Kolom renang, belum," kata Aiys pelan. Mata Tahlita langsung melotot memandang Aiys, "Aiys, benar kata Keysa, hanya 10 hari Aiys," kata Tahlita penuh penekanan.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as colleen hoover
Read
+Library
Miss C

Miss C

sahut Grace “kamu masuk sana nanti aku bereskan” Devina masuk setelah kata – kata yang keluar dari bibir Grace, mengalihkan pandangan pada Stefi diminta tidak tampak rasa bersalah telah melakukan kesalahan membuat Grace menghembuskan nafasnya pelan. Meski dirinya emosi tetap saja tidak bisa melampiaskannya karena memang tidak bisa meluapkan emosi berlebih, saat ini tampak Stefi memandang layar yang entah berisi mengenai apa mencoba untuk tidak peduli. Panggilan dari Rachel membuat Grace mengerutkan keningnya dengan menghembuskan nafas pelan saat melihat Stefi tampak santai karena panggilan dari Rachel yang tidak lain adalah atasan di tempat ini, tidak lama suara panggilan kembali membuat Ste
9.938.1K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as colleen hoover
Read
+Library
Laurene

Laurene

Di mata Laurene Shawn adalah cowok yang sempurna dan ia pun mulai mengaguminya, tapi itu ternyata hanyalah sebuah kesalahan. Shawn ternyata adalah seorang pecundang. Benar-benar sulit dipercaya, terbayang beberapa hari yang baru dilaluinya bersama Shawn, semuanya begitu tak bercela. Seakan tak percaya akan apa yang sudah diceritakan oleh Sella itu, tapi bagaimana mungkin Laurene tak bisa percaya pada Sella. Laurene pun melihat dengan mata kepalanya sendiri video yang dicuri oleh Sella saat Shawn sedang duduk di pos satpam itu sambil merokok dan bicara dengan temannya ditelpon. Laurene juga mendengar suara obrolan Shawn dengan temannya itu, walaupun kecil suaranya, tapi Laurene dapat mendenga
9.94.5K viewsCompletedAdded to Library 109 Times as colleen hoover
Read
+Library
Anneth

Anneth

"Baiklah, kalau begitu akan kuantar kau kesana setelah itu baru kita bisa pergi ke konser itu, bagaimana ?" Suara berdehem menyela percakapan mereka. Anneth mengintip dari balik bahu tegap Savvy berdiri seorang wanita yang tak asing lagi baginya, si wanita berambut coklat yang angkuh itu lagi. Anneth melihat tatapan wanita itu yang begitu dingin. Savvy berbalik menoleh ke arah suara. "Pak Savvy, apa kau yakin akan pergi menonton konser dengan room maid itu ? Kurasa Anda sedang bercanda."
3.5K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as colleen hoover
Read
+Library
Selena

Selena

kata Lucas yang tak melanjutkan ucapannya. “Dia adalah Lynne. Pelayan yang selalu berada di sisi putri. Sama sepertiku yang selalu ada di sisi Yang Mulia, Lynne adalah orang kepercayaan Selena. Mulai hari ini, kau bisa berkoordinasi dengannya.” Lucas kembali mengangguk patuh. Tristan kemudian memanggil Lynne yang masih menunggu Selena turun dari atas pohon. “Lynne!” teriaknya.
4.0K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as colleen hoover
Read
+Library
FAUZIAH AZZAHRA

FAUZIAH AZZAHRA

Padahal Markonah tak pernah tahu jika selama ini Irma bermain kasih bersama pria hidung belang. “Iya, kau benar. Irma kan masih perawan. Iya gak ibu-ibu sekalian?” sahut Hayati, janda kembang berkepala dua. Suka sekali tebar pesona pada Markonah demi mendapatkan sebongkah nasi uduk bercampur ikan asin pedas manis. Padahal dalam hati, Hayati ingin muntah saat mendegar pernyataan Markonah. Dia hanya berpura-pura memberi dukungan pada ketua suku tukang gossip itu agar tak di singkirkan dari perkumpulan mereka.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 172 Times as colleen hoover
Read
+Library
PREV
123

Frequently Asked Questions

Roehana Koeddoes adalah sosok yang benar-benar menginspirasi! Dia bukan hanya seorang aktivis yang memperjuangkan hak perempuan, tetapi juga seorang penulis yang karyanya masih relevan hingga hari ini. Salah satu alasan utama untuk mengenalnya adalah karena dia adalah pel先an perempuan Indonesia pertama yang berani bersuara dalam ranah politik dan sosial. Koeddoes memahami pentingnya pendidikan dan memberdayakan perempuan, dan ini tercermin dalam setiap tulisannya, baik itu esai maupun cerpen. Karya-karyanya tidak hanya indah secara bahasa, tetapi juga memberikan pencerahan tentang isu-isu yang dihadapi oleh perempuan di masanya.

Selain itu, Roehana juga adalah pionir dalam dunia jurnalistik. Anda bisa bayangkan, di tengah kondisi yang konservatif saat itu, dia berjuang untuk membuat suara perempuan terdengar! Enggak hanya di ranah itu, tetapi dia juga mendirikan sebuah penerbitan yang fokus pada isu-isu perempuan dan masyarakat. Melalui penerbitan itu, dia berhasil mengangkat banyak suara perempuan yang seringkali terabaikan. Jadi, dari berbagai aspek—sebagai penulis, aktivis, dan jurnalis—Koeddoes merupakan figur penting yang harus kita kenali dan pelajari lebih dalam.

Lebih jauh lagi, pentingnya mengenal Roehana Koeddoes terletak pada cara dia berani mengeksplorasi tema-tema yang tabu di zamannya. Ini membuktikan bahwa perempuan memiliki kekuatan yang sama dengan laki-laki untuk membentuk opini dan menyoroti isu sosial. Apakah kamu mengenal karya spesifiknya? Jika belum, tentu layak untuk kita baca dan renungkan perspekfifnya yang mendalam.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status