Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lemari Mencari Tumbal

Lemari Mencari Tumbal

“Oh iya, hahaha… Aku lupa Toy, hehe. Yasudah, sebentar ya…” Kemudian, Maya memandang kearah cincin batu merah delima yang ada di jari manisnya, dan kemudian perlahan menutup matanya. Seketika, suasana di sekitarnya menjadi hening dan sejuk. Ada sebuah energi yang perlahan masuk kedalam tubuhnya Maya. Kemudian, Maya perlahan mencoba membuka kedua matanya, dan sosok Otoy mulai samar-samar terlihat seperti keluar dari batu merah delima itu. “Loh, badanmu kok setengah dan tembus pandang begitu Toy?” Tanya Maya.
1010.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai lelembut
Baca
+Pustaka
Hello My King

Hello My King

Menjijikkan. "Bajingan," umpat Levi dengan sorot matanya yang berubah menjadi kelewat tajam. Mengintimidasi dan rahangnya mengeras. Dia tidak suka bermain dengan tikus, Levi akan segera mengakhiri ini semua. Levi melepas kancing mantelnya dengan terburu-buru, muak dengan keadaan ini dan berharap segara berakhir. Segera mengeluarkan benda dari dalam saku mantelnya, benda berwarna metalik yang mengkilap saat terkena pancaran lampu, sebuah pelatuk menjadi sumbu utama. Tangan kiri Levi menyibakkan sisi kiri mantelnya, menarik sebuah benda berwarna abu-abu dengan ujung tajam yang terlihat begitu berbahaya.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai lelembut
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchederesaneel
ucapku agak ngeri. Mas Wira hanya ber-hm. Beberapa menit kami hanya diam-diaman. Tiba-tiba Mas Wira sibuk merogok kantung celananya. “Nih.” Mas Wira menyodorkan sebuah jepit dengan tempelan strawberry kecil diatasnya. Aku seketika takjub. “Lucu banget!!!” pekikku sambil mengambil jepit tersebut dari tangan Mas Wira. Mas Wira tersenyum melihatku yang senang melihat kelucuan sebuah jepit strawberry doang. “Suka?”
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai lelembut
Baca
+Pustaka
Suami Bayaranku Ternyata Big Boss

Suami Bayaranku Ternyata Big Boss

Pion Emas Kabut hitam seperti membelenggu sekitar Lewis. Rasa perih yang semula tak ada, kini seakan merobek jiwanya. Gelenyar anyir berlumur mengitari belakang kepala sampai sekeliling tengkuknya. Rasa perih pun kian lama kian membuat pandangan matanya meremang. “Hey, Lewis!” Casper berteriak sambari menopang tubuh Lewis yang sempoyongan.
1078.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai lelembut
Baca
+Pustaka
Brubuh Krendobumi - Pendekar Kembara Semesta Seri 3

Brubuh Krendobumi - Pendekar Kembara Semesta Seri 3

, Lembu Itheng! Lembu Itheng berdiri setinggi dua kali lipat manusia normal, kulitnya hitam legam bagai batu hitam yang dipahat dari malam paling pekat, memancarkan aura kegelapan yang kental. Mata merah menyalanya menyala-nyala, menembus kabut perang dan kegelapan, mencari mangsa utamanya. Ia mengembuskan napas panjang, bukan uap air, melainkan asap hitam yang berbau anyir dan neraka. Bumi bergetar pelan di bawah pijakannya yang berat.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai lelembut
Baca
+Pustaka
Dengan Lembut

Dengan Lembut

Yoga sadar betul akan hal ini. Selama dua tahun ini, kehidupan muram Yoga dipenuhi oleh celotehan Bela mengenai hari-harinya sampai hal terkecil. Seperti saat Bela mengeluh perutnya terasa sakit melilit karena datang bulan dan tidak ingin bergerak sama sekali. Perempuan yang tingginya tidak melebihi pundak Yoga itu dengan pintar membohongi semua orang seolah dia terbuka karena mengetahui hari-harinya tapi tidak.
7.42.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai lelembut
Baca
+Pustaka
Gara-gara Selembar 50 Ribu

Gara-gara Selembar 50 Ribu

gerutu Mumu. ********************
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai lelembut
Baca
+Pustaka
Rapuh

Rapuh

Plak Siska murka dengan perbuatan Dimas yang melakukan sesuatu yang membuat harga dirinya tercoreng, Siska malu dengan pandangan orang-orang yang melihat dirinya bersama Dimas. "Kurang ajar Lo, ya!" maki Siksa memberikan pukulan beberapa kali di dada bidang Dimas. "Auu, sakit tahu! Lo kenapa si bar-bar banget sama Gue?" tanya Dimas menghentikan perbuatan Siska. "Lo itu yang bikin Gue emosi, apa-apaan Lo! Pakek sentuh-sentuh bibir Gue seenak jidat Lo, Lo pikir bibir Gue gratis apa?!" maki Siska dengan penuh emosi.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai lelembut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status