Liara
Seduktif, tanpa mengalihkan tatap dari Liara, ia mencium lengan si perempuan yang sudah mengalung di leher.
Liara turun ketika Hagan membukakan pintu untuknya. Perempuan tersebut kembali takjub pada bangunan di depan mata. Benar-benar bagus. Satu lantai, tetapi tampak seperti istana di cerita-cerita dongeng yang pernah Liara baca di perpustakaan sekolah.
Mereka berjalan menaiki tangga kecil dengan marmer warna hitam. Mendekat ke arah pintu kaca dengan warna bingkai emas, Liara melihat lima orang berdiri menyambut.
Hot Chapters