Haid Pertamaku
Amira hanya mengangguk, berat mulutnya untuk berucap, rasa sesak di dada membuatnya hanya bisa menangis terisak.
"Semoga hidupmu akan jauh lebih baik daripada aku dan kawan-kawan kita yang lain," ucap Asmah, sembari mengusap lembut pipi Amira yang sudah basah dengan linangan air mata. Amira masih belum sanggup untuk berbicara, selain hanya terus menatap Asmah, dan dada yang terasa sesak karena menahan agar tangisnya tidak terdengar orang.
"Kamu sedang apa, Asmah?" Amira bertanya, masih sedikit terisak.
Hot Chapters