Pijatan Nikmat Sang CEO
"Kau mengajariku bahwa hidup terlalu berharga untuk dihabiskan hanya mengejar hal-hal yang pada akhirnya tidak akan menemanimu di hari tua."
Saat matahari mulai terbenam, mereka duduk bersama di teras, memandangi langit yang berubah warna dari biru menjadi jingga dan ungu. Besok mereka akan kembali ke Jakarta, kembali ke kehidupan mereka yang biasa, tapi dengan status baru dan komitmen yang lebih dalam.
"Aku tidak sabar untuk memulai hidup baru bersamamu," bisik Arissa.
"Hidup yang lebih sederhana, tapi lebih bermakna," Nathaniel melengkapi.