Dream first class
Tidak sanggup menanggapi sebab kapasitas energinya sudah terkuras begitu banyak.
“Hidup? memang kelihatannya bagaimana? Kayak orang mati, ya?”
Ah, iya, ini memang salahku. Bertanya kepadanya itu hanya akan menimbulkan pertanyaan baru yang tidak ada habisnya. Namun, meregangkan jari-jemari sebelum mulai berhitung, ia mengatakan dengan raut yang songong.
“Napas masih lancar, sirkulasi darah juga. Makan masih teratur, buang air juga. Minum… masih air putih, kok.”
Hot Chapters