Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Malam ini, tepat di malam pergantian tahun, hujan turun dengan sangat deras. Di tengah riuhnya suara hujan, Rian tiba-tiba datang mengetuk pintu rumah Kakek dan nenekku. "Lintang, cepat keluar! Hujannya turun!" Aku ditarik olehnya dan kami berlari ke teras, lalu berjalan pelan menembus gerimis yang mulai mereda. Tetesan air jatuh membasahi bumi, suasananya begitu tenang, tetapi terasa megah.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
SELIR HATI

SELIR HATI

Air meluncur deras ke selokan batu, sementara kilat sesekali membelah langit, membuat bayangan tinggi dinding istana tampak makin mencekam. Gita berdiri di balik tirai, menatap titik-titik air hujan yang terus jatuh membasahi, seperti menggambarkan isi hatinya. Sejak pertemuan terakhir dengan Raja David, pikirannya tidak pernah tenang. Kata-katanya masih menusuk telinga: "Aku yang memutuskan hidup atau matimu.” Sari masuk membawa selimut. Ia menaruhnya di kursi sambil menatap khawatir. “Nyonya, hujan makin deras. Jangan berdiri di situ terus, nanti tubuh Anda sakit.”
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
Santet Pengantin

Santet Pengantin

Ia mengeratkan rahangnya, lalu bangkit dengan langkah goyah. Tanpa berkata apa-apa, ia pergi Meninggalkan Lilian. Meninggalkan Kania. Dan mungkin… meninggalkan segalanya. Kania masih berlutut di samping Lilian saat gerimis mulai turun. Setetes demi setetes. Dingin… tapi tidak sedingin kematian. Air hujan menyapu darah di wajahnya. Tapi tidak bisa menghapus luka yang ada di hatinya.
1017.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 486 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

jelas Wandi. “Iya, sampai hujan-hujan pun kamu tetap datang ke rumahku. Basah-basahan, hujan-hujanan. Untung Ibu menggantikan bajumu, dan kamu pakai pakaianku, hahaha...” ucap Lili sambil tersenyum terbawa ke kenangan masa kecilnya.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Salah

Cinta Yang Salah

Hujan adalah anugerah dari Allah, siapa yang tau akan diturunkan hujan saat kami mau pulang. Bersabar, itu yang bisa Lian lakukan sekarang. Menerobos hujan sama saja dengan berakhir dengan baju yang akan basah nantinya dan akan tercetak bagaimana bentuk tubuh bagian atasnya saat ini. Lian menggunakan kemeja putih longgar yang nyaman untuk Lian kenakan jika ada acara atau setiap pergi ke kampus namun bisa saja kalau terkena basah akan tembus pandang. Lian tidak ingin hal itu terjadi yang ada malah jadi pusat perhatian. Mau gimana lagi, Lian harus bersabar sampai hujannya reda.
10.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 409 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
Badai Pun Belum Berlalu

Badai Pun Belum Berlalu

(siapa yang bisa mengerjakan pr silahkan maju dan kerjakan) diluar dugaan ku, semua teman-temanku, seakan mematung sama sepertiku, otakku kupaksa bekerja lebih keras, agar sedikit bisa mengingat pelajaran yang disampaikan, ahh dasar ini otakku, tak ada sinyal yang masuk sedikitpun. "coba garapen siji ae" (coba kerjakan satu saja) suaranya seakan menggema diruang kelas ini, aku berharap salah satu temanku segera maju, dan jangan sampai pak hitam sampai menunjuk salah satu diantara kami, suara jantungku seakan berpacu dengan detak jam didnding diatasku, tanganku mulai basah dkarena keringat dingin, aku melirik teman disampingku, mereka tak jauh beda denganku, didepan ku hanya tersisa dua murid
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
Rainy Season

Rainy Season

Ucapan Hary tidak bisa membuatku tenang sedikitpun. “Aku sangat menyayangimu Hary, kau harus tahu itu.” ungkapku tanpa tahu malu di depan Torrance. Hary hanya mengangguk sambil tersenyum. Air hujan terus mengguyur jalanan. Tapi untuk kali ini hujan turun ditemani oleh petir dan angin yang lumayan kencang. Mereka seolah menertawai kami yang sedang lari dari musuh.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
Sisi Liar Mematikan!

Sisi Liar Mematikan!

puji Liana dengan tatapan mata kagum. “Pria liar dan tidak tahu malu sepertinya, apanya yang menguntungkan! Aku justru kasihan gadis polos seperti Mirna jatuh ke tangan pria terkutuk seperti Erlangga!” Liana tertawa, ini pertama kalinya dia melihat Tedja terang-terangan menunjukkan perasaan di depannya. “Tedja, kamu jatuh cinta padanya? Mirna dari perusahaan JNM? Hahahaha!”
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
Pesugihan Kandang Bubrah

Pesugihan Kandang Bubrah

Sampai semuanya tumbuh menjadi cerita. Cerita yang akan terus hidup, bahkan setelah ia tiada. Hujan tipis turun sejak subuh, membasahi halaman tanah merah dan daun-daun kenanga yang bergoyang pelan. Lila duduk di dekat jendela, mengenakan selimut rajut cokelat yang sudah usang, sembari memandangi air menetes dari atap ke ember di sudut ruangan. Rumah itu tenang, sesekali hanya terdengar suara panci dari dapur dan langkah kaki Jatinegara yang sibuk menyiapkan sarapan.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
Gara-Gara Mengumrohkan Ibu

Gara-Gara Mengumrohkan Ibu

Lily tak bisa melakukan apa pun selain merengek dan menangis selama ia menunggu Alma pulang. Langit gelap dan hujan sudah membuat gadis kecil itu merasa tidak tenang di rumah sendirian. Petir yang menyambar juga membuat Lily terkejut hingga menangis kencang tanpa diketahui oleh satu pun orang dewasa.
1023.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 862 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status