SELIR HATI
Air meluncur deras ke selokan batu, sementara kilat sesekali membelah langit, membuat bayangan tinggi dinding istana tampak makin mencekam.
Gita berdiri di balik tirai, menatap titik-titik air hujan yang terus jatuh membasahi, seperti menggambarkan isi hatinya. Sejak pertemuan terakhir dengan Raja David, pikirannya tidak pernah tenang. Kata-katanya masih menusuk telinga: "Aku yang memutuskan hidup atau matimu.”
Sari masuk membawa selimut. Ia menaruhnya di kursi sambil menatap khawatir. “Nyonya, hujan makin deras. Jangan berdiri di situ terus, nanti tubuh Anda sakit.”