Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Batu Akik Penakluk Wanita

Batu Akik Penakluk Wanita

Ia memukul-mukul dadanya dengan liar, berteriak ke arah penonton seperti seekor simpanse yang baru saja merebut wilayahnya. Sorakan meledak. Lampu sorot berputar. Dan di balik kaca, Bayu menarik nafas panjang sambil mengepalkan tangannya. Sebentar lagi, giliran namanya yang akan dipanggil. Tapi tanpa sadar mulutnya bergumam, “Mirip monyet.” “Haha …! Kamu bisa aja,” sahut Basri sambil memukul pelan punggung Bayu.
1045.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai lirik buaya buntung
Baca
+Pustaka
Kanuragan Jati

Kanuragan Jati

Sementara itu, Lonbur dan Blentung tetap memberikan bumbu humor dalam setiap langkah mereka. Sambil menikmati perjalanan, Wira menjelaskan tentang apa yang terjadi di puncak sebelumnya. Bahwa raksasa yang menunggunya itu sebenarnya adalah penjelmaan Batara Bayu, sang dewa angin. Dan karena kesetiaan dan pengorbanan teman-temannya, masing-masing mendapat hadiah. Walau Lonbur belum menemukan apa itu hadiah yang diterimanya.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai lirik buaya buntung
Baca
+Pustaka
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

Dia bukan hanya teman tapi juga musuh abadiku. “Aku tertatih-tatih mencoba kembali berdiri. Kakiku terasa amat nyeri. Aku tidak boleh menyerah setelah sejauh ini atau semua yang kulakukan sia-sia. Aku harus mencapai ketinggian itu bagaimanapun caranya. Kemudian aku ingat aku memiliki sepayang sayap. Aku bahagia dengan harapan baru. Kurentangkan sayapku, putih, besar, kuat. Dengan sayap ini aku akan terbang mencapai ketinggian di atasku. Namun, ketika aku bersiap untuk melesat, sebuah suara—mungkin perempuan—berkata, ‘Kau tak akan sampai di puncak ketinggian itu dengan sayapmu.’ Aku tak menghiraukannya. Aku mengambil ancang-ancang dan melesat. Ini tidak begitu sulit. Aku telah hampir sampai
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai lirik buaya buntung
Baca
+Pustaka
WANITA YANG KAU HINAKAN

WANITA YANG KAU HINAKAN

“Lelaki buaya darat! Busyet aku tertipu lagi .....” 🎶 “Kau hancurkan hatiku dengan cintamuuuuu tak sadarkah kau telah menyakitiku ....” 🎶 “Dengarlah matahariku suara pintu hatiku na na na ....🎶 “Kutersisih tak terpakai lagi dari pelukanmu dan kasih sayangmu ....” 🎶🎶
7.369.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai lirik buaya buntung
Baca
+Pustaka
Antara Cinta dan Luka

Antara Cinta dan Luka

Maya gaun hijau zamrud, Ratna gaun putih sederhana—berjalan tanpa tongkat. Performance Bali Rain dimulai. Naya buka verse, suara matang. “Dari Ubud ke Senayan… hujan bawa kami pulang…” Maya harmoni, Lara bridge solo—suara jernih naik empat oktaf. “Aku kecil, tapi suaraku besar…” Ratna chorus—suara serak tapi kuat. “Mama… kami bawa hujan ke dunia…” Rian gitar solo, mata ke Naya.
809 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai lirik buaya buntung
Baca
+Pustaka
Di Balik Rupa Burukku

Di Balik Rupa Burukku

Merdeka! Maaf, Bang ... Ternyata panggilan alam membuatmu tidak bisa belah duren malam ini, bukan salahku, Bang ... Mungkin dengan menunda lebih lama lagi, aktivitas kita nanti akan lebih panas membara seperti Bandung lautan api. Cuma masalahnya ini, aku tidak memiliki pembalut, tidak mungkinkan pakaian kebaya putih untuk prosesi ijab kabul yang sakral itu akan menjadi berubah pakaian anak SD, merah putih.
1084.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai lirik buaya buntung
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
smk sumbangsihm2
Salam kenal kak.. pertama baca gara2 lokasi cerita di kampung halaman aku. sepertinya kak author sangat mengenal kota Jambi. Aku seperti pulang kampung karena semua lokasi yg disebut langsung terbayang, apalagi setting thn 1997. Tahun terakhir sebelum merantau. Semoga sukses selalu yah
Agus Irawan
Gadis Desa itu merantau ke kota Jakarta, entah mendapatkan nasib manis atau sial. yang jelas menurutnya nasib sial. karena telah dipertemukan dengan seorang pengusaha sekaligus tunangan majikannya. Baca novelnya. "Kembang Desa Sang Miliarder. nama pena" Agus Irawan.
Baca Semua Ulasan
Me and Seniors

Me and Seniors

Umpat Yasir. "Yang peka dong, gimana sih" kata Bara. "Ada aja kelakuan tu buaya" ucap Riza. Putri tertawa mendengarnya, "iya bener Za, buaya! Hati-hati ah Qiy," "Santaii.. siaga satu terus gue" kata Qiya. Bara mendengus sebal, "ape sih nih kalian, siape yang buaya hah? Elo Ji?"
9.712.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 340 kali sebagai lirik buaya buntung
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak?
Baca Semua Ulasan
AKU ISTRIMU MAS!

AKU ISTRIMU MAS!

kata Bayu dengan suara yang sumringah. Bayu memeluk Bara kembali, dan mereka berdua duduk di tempat tidur, memeluk satu sama lain dengan lembut. Mereka tidak berbicara apa-apa, hanya menikmati kebersamaan mereka. Bara mengira bahwa pelukan dari Bayu hanya sebatas bos dan karyawan yang sudah ia anggap sebagai sodara. Namun, sebenarnya Bayu (Liyana) memeluknya karena senang bisa diberi senyuman maut dari suaminya itu.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai lirik buaya buntung
Baca
+Pustaka
Nur Cahaya Cinta (Bahasa Indonesia)

Nur Cahaya Cinta (Bahasa Indonesia)

"Mana mungkin!" "Apanya yang tidak mungkin. Pulang kerja itu mandi dulu, nih seperti aku. Sudah mandi dan sudah siap meluncur untuk mengapeli Dania, gebetan terbaruku" ujar Bayu dengan nada bangga di dalam suaranya. "Dania? Bukannya Raisa ya?"
9.825.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 663 kali sebagai lirik buaya buntung
Baca
+Pustaka
PENGENDALI ANGIN PETIR

PENGENDALI ANGIN PETIR

"Jagatku jagat ayu Badanku raga ayu Kawahku kakang ayu Baliku rayi ayu Ing bumi deudeuh Jaran goyang ing jaran goyang Jaranku jaran ayu Jaranku jaran goyang Heuuuuh....!" Mendengar mantera aji Jaran Goyang seketika kepala Bayu terasa berat dan pusing. Pandangannya jadi kabur. Dunia seperti berputar-putar dan berguncang. Tangannya memijit-mijit dahinya berusaha menghilangkan rasa pusing. Tak lupa dia kerahkan hawa sakti juga. Ternyata ini yang menjadi serangan si nenek. Nini Padma segera membantu sang majikan. Dia berdiri di belakang Bayu sambil menempelkan sepasang telapak tangannya ke punggung sang pendekar.
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai lirik buaya buntung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status