Langit Merah
Si mata abu-abu, satu-satunya yang mungkin sedikit bersabar, berbeda dengan yang lainnya.
“Kami cuma khawatir, apa itu salah?” tanya si rambut pirang pucat.
Gadis yang awalnya tidak sadarkan diri itu akhirnya membuka matanya. Fiona, seperti yang sebelumnya disebut, nama gadis itu, ia berkedip beberapa kali sebelum mengerutkan alisnya karena berusaha memfokuskan penglihatannya didalam ruangan. Ia juga berusaha memfungsikan seluruh anggota gerak di tubuhnya.
Bab Populer