Luka Abadi, Cinta Tak Berarti
Namun, Yobel tidak takut sama sekali.
Dia perlahan berjalan mendekat, sambil meneteskan air mata, dia berkata lembut, “Sayang, bangunlah.”
“Ayo, kita pulang, ya?”
Aku berdiri di sampingnya, berkata datar, “Yobel, Aku sudah nggak punya rumah lagi.”
Yobel perlahan menempelkan wajahnya ke wajahku yang dingin dan sudah berubah bentuk itu, air matanya menetes jatuh ke mataku, mengalir di sudut mataku.
Bab Populer