Pemuas Nafsu Tuan Muda
Ia mendekat, mencengkeram wajah Nada kasar, membuat pipinya sakit.
“Hey, Nada. Kamu masih ingat aku, kan?”
Suara Aldi dingin dan penuh kebencian.
"Ini balasan untuk kamu, Nada. Karena gara-gara kamu, hidupku jadi hancur!"
Nada gemetar, menarik napas.
“Kak Aldi?!”
Ia berusaha meronta.
“Apa maksud kamu, hah? Lepaskan! Lepaskan aku!” Nada menjerit putus asa, pipinya makin sakit, jantungnya berdebar kencang.
Bab Populer