Nafkah yang Keliru
“Bunda itu berarti banget buat kami. Kalau, aja Bunda enggak nasehatin aku tiap hari. jujur saja aku udah benci banget sama Ayah. Ayah selalu aja menomorduakan kami, padahal kalau Ayah sakit. Ayah butuh makan, yang nyiapin Bunda. Bukan nenek, apa lagi adik-adik Ayah. Aku iri Yah, tapi enggak tahu harus protes bagaimana. Bunda bilang enggak boleh melawan orang tua, tapi kadang sikap Ayah didiamkan malah semakin keterlaluan. Bunda tuh kurang apa sih sama Ayah, padahal bunda udah baik banget enggak pernah melawan. Enggak pernah juga minta macam-macam ke ayah, tapi kenapa Ayah kayak enggak pernah peduli sama perasaan Bunda.”
“Ayah memang salah, Nak. Ayah juga mau memperbaiki semuanya.”
“Setelah