Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
I Hate My CEO

I Hate My CEO

Akhirnya, Lily menarik selimut menutup tubuhnya dan mulai memejamkan mata, mencoba menyambut hari esok dengan hati yang berdebar-debar sekaligus penuh harapan. Sementara itu, di perjalanan pulang, Fajar menatap jalanan yang berkelap-kelip oleh lampu kota malam hari. Namun pikirannya sama sekali tidak fokus pada jalan—hanya pada sosok Lily yang tadi bersamanya.
509 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai lirik lagu fajar pagi hari
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Ayah Tiri

Sentuhan Panas Ayah Tiri

Lingkaran hitam di bawah matanya terlihat lebih jelas hari ini. Ia mengenakan setelan kerja yang lain, sebuah blus berwarna biru tua dan celana bahan hitam. Ia merias wajahnya sedikit lebih tebal dari kemarin, mencoba menutupi wajahnya yang lelah. Ia tidak sarapan, hanya meminum segelas air putih. Berbeda dari kemarin, Fajar tidak menjemputnya. Pukul setengah delapan, sebuah pesan masuk ke ponselnya.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 459 kali sebagai lirik lagu fajar pagi hari
Baca
+Pustaka
Patah Hati Jam 4 Pagi

Patah Hati Jam 4 Pagi

Karena Arvian tidak mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milikku, jadi aku anggap saja dia menyetujui transaksinya. Pembagian harta, tunjangan, dan semua syarat jelas menguntungkan Arvian. Yang aku inginkan hanya kebebasan. Asap terakhir dari perapian menghilang, dan aku pun pergi meninggalkan Keluarga Mahendra untuk selamanya. Pukul 2:45 pagi, di landasan udara pribadi yang diatur Willi, ponselku berdering. Arvian menelepon, dan aku tidak menjawab.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai lirik lagu fajar pagi hari
Baca
+Pustaka
Sepiring Talak di Pagi Hari

Sepiring Talak di Pagi Hari

“Dasar bucin akut! Bucin kalo kayak kamu, kebangetan gini juga nggak bagus. Cinta boleh, bodoh jangan.” Faruq hanya mengedikkan bahu. “Zia ... di manakah kau berada? Rindu aku ingin jumpa, meski lewat nada,” ucap Farah dramatis, menirukan sepenggal lirik lagu. “Mending Mbak pulang kalau ke sini cuma buat ngece doang.” Farah tertawa. “Ya udah. Sakarepmu. Itu Mbak bawakan makanan. Makanlah.”
1051.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai lirik lagu fajar pagi hari
Baca
+Pustaka
Istri Muda Pilihan Langit

Istri Muda Pilihan Langit

Fajar melirik benda pipih warna abu metalik itu diatas meja, matanya berbinar. "Saya aja yang angkat ya, Bos." Mata Langit seolah membunuh, Fajar menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Hallo.." 'Bang, sibuk banget apa? Sampe enggak bales chat gue tadi siang. Drafnya udah dibaca kan?' Kinan terlihat sedang berada di keramaian dengan pakaian yang tak biasa. Mungkin benar kata Fajar, hari-hari sang vokalis dipenuhi jadwal panggung ke panggung.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai lirik lagu fajar pagi hari
Baca
+Pustaka
Allea, Anak yang Dirahasiakan

Allea, Anak yang Dirahasiakan

ucap Madam Sahara. *** Fajar telah bangkit dari peraduannya, menggantikan eksistensi rembulan yang sudah lelah menjelang pagi. Bersama warna kuning keemasan sang fajar memeluk bumi. Inah sudah menyiapkan keperluan apa saja yang dibutuhkan oleh majikannya. Ia terlihat mengecek ulang agar semua yang ditulis oleh Nayla sudah ada dalam koper. Sedangkan Nayla sibuk membangunkan Allea.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai lirik lagu fajar pagi hari
Baca
+Pustaka
Dia,  Tak Datang

Dia, Tak Datang

" ucap Jingga yang terus mensyukuri semua yang kini hadir dalam hidupnya. Selesai shalat subuh, Badai langsung bersiap ke kantor. "Mas Badai, sarapannya sudah siap." ucap Jingga. "Sayang, maaf aku lupa memberitahumu. Aku tak biasa sarapan pagi, nanti saja makan siang yaa." ucap Badai sambil mengenakan jas nya. "Baiklah," ucap Jingga menjawab sambil membantu Badai berpakaian.
825.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 851 kali sebagai lirik lagu fajar pagi hari
Baca
+Pustaka
Diary Yang Basah

Diary Yang Basah

Menurut Resti itu lebih baik dari pada kesel dan sebel melihatnya. Keesokan harinya. Resti Sudah bangun pagi-pagi sekali. Sebelum turun dari ranjang, Resti sudah memosting status di Facebooknya. “Salam Kepada Fajar// Pandanglah hari ini!/Sebab inilah hidup/ Hidup yang benar-benar hidup/ Dalam jangkanya yang singkat ini/ Terletak semua kebenaran serta kenyataan eksistensimu// Kebahagiaan pertumbuhanmu/ Kemuliaan perbuatanmu/ kemegahan keryamu// Sebab kemarin hanyalah mimpi/ Dan besok hanyalah bayangan/ Tetapi hari ini sungguh ada dan membuat kemarin jadi mimpi bahagia/ Dan besok jadi bayangan yang berpengharapan/Pandanglah hari ini!/ Inilah salam kepada fajar Selang bebapa menit Rikka mengome
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai lirik lagu fajar pagi hari
Baca
+Pustaka
Ditolak Sopir Miskin

Ditolak Sopir Miskin

Sekali lagi kuingin kau mengerti Rasa cinta ini sungguh sangat menyakiti Tapi, ku hanya makhluk yang tidak bermateri Dipandang sebelah mata tak punya reputasi Seakan mataku tertutup Ingin cinta ini dapat kau sambut Harapkan perasaan ini kau tahu Sungguh kuingin kau jadi milikku Fajar meresapi setiap kata yang terdengar dari lagu itu dengan saksama. Mengapa kisah dalam lagu itu benar-benar sama dengan apa yang dialaminya? Terbayang perpisahan terakhir mereka kala di pantai. Senyum itu, wajah itu, tangisan itu .... Fajar membuka mata, dan menatap ribuan bintang di langit yang luas. Tanpa sadar bibirnya berucap, “Nyonya, sedang apa kamu di sana?”
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai lirik lagu fajar pagi hari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status