Rawon Daging Ayah Mertua
Lekas ku hapus kasar air mata itu agar tak terlihat oleh mereka, aku tak ingin menunjukan sisi lemahku dihadapan para durjana itu.
Suara bising ayam, seolah menjadi alarm untukku memulai rutinitas pagi hari seperti biasanya.
semburat Fajar telah menyingsing di ufuk timur, aku bergegas memasak air panas, mencabut dua batang singkong di belakang rumah lalu merebusnya untuk kumakan sebagai sarapan sebelum memulai kegiatan pagi ini.
Rencananya aku akan pergi memulung rongsok dan mencoba mencari bos baru yang membutuhkan tenagaku di desa sebelah nanti, siapa tahu hari ini ada rejeki lebih yang menantiku di sana.