Luka di Balik Senyum Istriku
katanya lagi kembali mencium perutku.
Andai dengan menangis tersedu di hadapannya akan membuat luka ini seketika sembuh, dan tak akan terulang lagi di hari esok, tentu sudah aku lakukan. Namun, luka ini pasti tetap ada, ada dan ada. Entah sampai kapan? Mungkin di saat aku sudah benar-benar ikhlas, ikhlas akan cintanya yang terbagi, ikhlas akan hadirnya wanita lain di sisinya, ikhlas akan kasih sayang yang tak lagi utuh, ikhlas akan hatinya yang sudah bercabang, dan aku tak tahu kapan keikhlasan itu akan datang. Rasa yang benar-benar ikhlas tanpa harus pura-pura baik-baik saja, tanpa harus menutupi luka di balik senyuman yang tersungging.
Semoga Allah masih panjangkan umurku, untuk menikmati
Hot Chapters