Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jasad di Kala Senja

Jasad di Kala Senja

ucap Lilian “Iya benar,” sahut Diana “Ayo cepat kembali dan ambil tas.” “Oke.” Mereka berdua kemudian pergi ke kelas dan megambil tas milik mereka. Di sana, Lilian menyadari bahwa tas milik Eri sudah tidak ada di sana. Dengan kata lain dia sudah pulang. Melihat hal itu, Lilian pun menghembuskan nafas penyesalan karena selama beberapa jam dia mencarinya dan ternyata orang yang di carinya sudah pulang. Kali ini di dalam bus. Eri yang menaiki bus tersebut kemudian duduk di kursi tengah sambil menyender ke jendela bus. Tatapannya yang penuh dengan penderitaan membuatnya semakin suram. Tidak lama kemudian, dia sudah sampai di halte dan berjalan menuju ke rumahnya. Cuaca yang terlihat cerah tapi i
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai lirik lagu melukis senja
Baca
+Pustaka
Misteri Cinta di Lokasi KKN

Misteri Cinta di Lokasi KKN

Dengan perlahan, kusenandungkan lagu itu. 🎵🎵Coba engkau dengar lagu ini Aku yang tertidur dan tengah bermimpi Langit-langit kamar jadi penuh gambar Wajahmu yang bening sejuk segar🎵 🎶Kapan lagi kita akan bertemu? Meski hanya sekilas kau tersenyum Kapan lagi kita nyanyi bersama? Tatapanmu membasuh luka🎵
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 394 kali sebagai lirik lagu melukis senja
Baca
+Pustaka
Biduk Cinta Senja

Biduk Cinta Senja

Luka memar pun tampak di beberapa bagian tubuh Senja. Langit mendekati Senja yang terkulai lemah. Napasnya pun terdengar lambat. Detak jantung berdenyut pelan. Langit mencium puncak kepala Senja dan memeluknya. Ari mata luruh menetes membasahi kedua pipi Langit.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai lirik lagu melukis senja
Baca
+Pustaka
Antara Fajar dan Senja

Antara Fajar dan Senja

Di tengah perjalanan, Aldi menyetel dan menyanyikan lagu galau. Haruskah kumati karenamu? Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu Haruskah kurelakan hidupku Hanya demi cinta yang mungkin bisa mambunuhku Hentikan denyut nadi jantungku Tanpa kau tahu betapa suci hatiku untuk memilikimu “Cieeeeeee yang galau gara-gara ditolak Sri.” Dian menggoda Aldi. Ia hanya diam seribu bahasa. Dian kemudian berkata lagi.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai lirik lagu melukis senja
Baca
+Pustaka
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

Dia memejamkan mata, memasrahkan seluruhnya atas panas gairah yang melumat dada, melumat mulutnya. “Jadi, perlukah aku menjelaskan lebih jauh lagi tentang apa itu senja?” Mardian meletakan sebelah tangan di atas bahu Marni seakan-akan sedang melindunginya. “Itu tidak perlu.” Marni membelai wajah Mardian. “Kalau begitu, sekarang bukan lagi saya. Tapi aku; kau dan aku.” “Apa pun yang kau mau, Sayangku.”
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai lirik lagu melukis senja
Baca
+Pustaka
Kemilau Senja

Kemilau Senja

sahutku singkat sembari menarik napasku perlahan, pelukan erat ini mampu membuatku sulit bernapas lega. "Seharian tidak bertemu kamu, kenapa hal itu membuat aku rindu sama senyuman kamu ya, Dini," ucapnya lembut, ia membisikkan kata-kata itu tepat di telingaku. Rasanya merinding seluruh tubuhku, seakan seperti mimpi.
1010.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai lirik lagu melukis senja
Baca
+Pustaka
Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Genggaman kedua tangannya yang semula masih kuat demi mempertahankan gitar miliknya mengendur perlahan, dan sorot matanya meredup. Aku berdehem seraya menyetem nada yang dihasilkan senar-senar gitar milik Syilla agar pas dengan suaraku. Para penumpang mulai tertarik saat menangkap kesan misterius di antara kami berdua. Dan itu sangat menguntungkan kami! “Di antara lagu-lagu Ari Lasso, apa yang paling kausuka?” bisikku pada Syilla. Kulihat dia sedikit tersenyum. “Hmm ... ‘Apa Artinya, Cinta’ featuring Melly Goeslaw?”
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 387 kali sebagai lirik lagu melukis senja
Baca
+Pustaka
Melukis

Melukis

Raina tersenyum manis sampai matanya hanya terlihat segaris. Tian hanya mengangguk-agguk, ia berhenti melihat gadis itu, dan mengalihkan pandangan ke kanvas miliknya. Tian tidak sanggup melihat wajah Raina, karena baginya itu terlalu manis, ia juga merasa wajahnya sudah memerah sekarang, dan bahkan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasa nya. Setelah berpikir lama, Tian mulai melukis, ia memberi warna hitam pada dasar lukisannya, dan warna putih untuk guratan-guratan di atasnya. Tian mengartikan lukisan itu sebagai ‘kebingungan’, ia merasa bingung dengan suasana hatinya sekarang. Di satu sisi ia merasa senang dengan adanya Raina sebagai sahabat dan orang yang ia sukai, tetapi di sisi lain
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai lirik lagu melukis senja
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Mengelus lembut rambut perempuan terhebatnya itu dan mengecup puncak kepalanya penuh cinta. “Terima kasih sudah ada dan mau berkomitmen untuk menemaniku di usia senjaku, Sayang. Kamu adalah matahari pagiku, matahari yang menyadarkan aku bahwa di ujung senja yang kemudian menggelap itu, masih akan ada mentari yang bersinar cerah keesokan paginya. Dan mentariku adalah kamu.” ----------------------------------------- END ------------------------------------------
9.9265.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.7K kali sebagai lirik lagu melukis senja
Baca
+Pustaka
Sang Abdi

Sang Abdi

Setidaknya aku tak mampu menangkap isyarat Seringkali kutafakur sambil bertanya dalam hati Diselingi suara lirihku menyebut nama-Mu Bertahun-tahun aku bersabar menanti jawaban Karena aku hanyalah seorang hamba Kini kulihat sebuah lukisan Nampak jelas di mataku Bisa kubaca goresan-goresannya Kecuali makna di balik itu Apakah kini aku mesti berhenti bertanya? Inikah saatnya aku mencegat getar lidahku? Haruskah kukatupkan bibirku? Tak ada ujar dan tanpa aksara Masih bermaknakah tanya itu sekarang? Apakah lukisan itu sebuah jawaban? Bantu aku memahami ini Atau sekedar melupakan Ingin kumenangis tersedu-sedu Namun, baru kuingat aku tak lagi punya air mata
9.3211.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.3K kali sebagai lirik lagu melukis senja
Tampilkan Ulasan (50)
Baca
+Pustaka
Ida
Aq penggemar tlsan2 frank Walau ada benang merah dlm smua tlsan2 nya Tpi setiap crta nya mempunyai setting latar cerita yg psti berbeda Disamping itu dia mengajak pembaca nya utk tidak membaca cepat Sbb plot twist cerita nya sangat kental Semangat frank
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status