Jerat Cinta Sang Langit
“Pergilah, Mas, nggak perlu mencariku kembali.”
Lirih, lirih sekali suara Gadis eksotis tersebut, bergetar menahan tangis. Diam, hening, hanya langkah Bumi semakin menjauh, kemudian lenyap ditelan pintu yang ditutup keras. Blar!
Brak! Langit menendang pintu gerbang dari bambu itu keras, marah!
Kau tahu aku tak bisa ditolak, Bumi, geram Langit mengumpat keadaan.
Hot Chapters