Terikat Tatapan Pak Dosen
Berbeda dengan siaran sore yang enerjik, suaranya malam ini terdengar lebih dalam, tenang, dan sangat intim.
"Selamat malam, pendengar setia Senandung Sore yang kini beranjak ke Senandung Malam. Saya Arvan," ucapnya dengan suara bariton yang sengaja dibuat lebih deep agar terdengar lebih dewasa.
"Hujan di luar masih malu-malu, tapi rindu di hati saya, eh, maksud saya di hati kalian, pastinya sudah meluap, kan?" Arvan mengedipkan mata ke arah kursi kosong di depannya, seolah-olah ada penonton di sana.
Hot Chapters