Pembalasan Sang Dokter Jenius
"Sebuah pengakuan yang manis. Tapi itu terlambat, Lestari. Permata itu sudah tidak menginginkanmu."
"Mungkin permata itu sudah tidak menginginkanku, tapi aku akan membuat permata itu menginginkanku lagi," balas Lestari, nadanya kini tegas, bukan lagi memohon. "Aku tidak akan pergi sampai kamu mendengarkan semua yang ingin kusampaikan."
Lestari menggeser payungnya, membiarkan gerimis membasahi sedikit kepalanya. Ia memainkan kartunya: simpati dan ketegasan.