SELIR HATI
Ia tahu Gita benar-benar tidak tahu apa pun, tapi siapa yang berani membela selir di depan permaisuri?
Dias menatap surat itu lagi, kemudian berkata, “Aku dulu menerima surat seperti ini juga. Tapi bedanya, waktu itu dia menulis untukku dengan cinta. Sekarang dia menulis untukmu dengan rasa ingin tahu. Apa kau tahu bedanya, Gita? Yang satu datang dari hati, yang satu datang dari rasa bosan.”
Gita menggigit bibirnya. Ia tidak ingin menanggapi, tapi hatinya nyeri mendengar kalimat itu. “Permaisuri, saya tak pernah berniat menggantikan siapa pun. Apalagi Anda.”
Bab Populer