Tragedi Rumah 30 Juta Rupiah
Sontak aku berdiri kemudian berjalan untuk menutup kembali jendela itu.
Saat aku berbalik, di sana Via sedang duduk dengan meliuk-liukan tangannya, mirip orang yang tengah melakukan gerakan jaipong. Bahkan, ia bernyanyi lirih dengan menggunakan bahasa Sunda kuno yang banyak aku tidak paham artinya.
"Vi, kamu kenapa?" tanyaku dengan berjalan pelan ke arahnya. Via masih tetap saja menari dengan gemulai, jemarinya begitu lihai dan lentik.