Berikut adalah 100 novel terkait lirik nisa sabyan hmmuntuk Anda baca online. Umumnya, lirik nisa sabyan hmm atau novel yang serupa dapat ditemukan dalam berbagai genre buku sepertiRomansa and Rumah Tangga. Mulailah membaca dari Ketika Suami Mulai Bosan di GoodNovel!
Sementara itu, si kembar malah sibuk menyanyikan lagu “Naik-naik ke Puncak Gunung”
“Kalau kamu pergi kamu bisa kontak aku. Kenapa juga harus pergi sendiri?”
“Kamu ‘kan sibuk.”
“Aku gak sibuk, Sa,”
“Bukannya pernikahanmu sebentar lai. Seharusnya kan kamu sibuk tinggal 10 hari lagi ‘kan?”
“Entahlah Sa, Mas mulai ragu.” Nisa tersenyum.
“Tanyakan pada Tuhanmu Bang, jalan seperti apa yang harus kamu pilih.”
“Mmm, suara nopo, Gus?”
“Itu tadi seperti suara speaker aktif ya? Atau kamu punya hp dua?” Aku mengehela napas lega.
“Enggeh Gus, speaker aktif yang saya isi dengan beberapa muratal dan lagu religi.”
“Kamu suka nasyid itu?”
*Nasyid: Lagu
“Enggeh, Gus.”
“Kenapa?”
“Tidak kenapa.”
“Bagaimana?”
“Tidak bagaimana, Gus.”
“Hanna! Maksudku, kamu menghafal qur’an?”
Intro
C Em Dm G
C
Di saat kita bersama
E7 Dm
Di waktu kita tertawa, menangis
G C F G
Merenung oleh cinta
C
Kau coba hapuskan rasa
E7
Rasa dimana kau melayang
Dm G C
Jauh dari jiwaku juga mimpiku
Dm
Biarlah biarlah
C
Hariku dan harimu
Em B6
Terbelenggu satu
G
Oleh ucapan manisku
Ref
F C
Dan kau bisikkan kata cinta ....
.............
[ Sheila On 7 - Kita ]
Mendengar bait reff, Shasa reflek mendekat ke arah Soni. Kemudian menyentuh telinga dengan bibirnya. "I love you ...." bisik Shasa tepat di telinga Soni. Sambil tersenyum, ia pun kembali duduk seperti semula.
sahutku singkat.
Fajar tidak menjawab, ia langsung berlalu menuju pelayan. Alunan musik instrument terdengar syahdu di telinga. Meskipun tanpa vocal, lagu Ya Habibal Qalbi milik Nisya Syabian mampu membuat hati dan pikiranku tenang.
Karena hatiku slalu kau lukai
Tak ada lagi yang bisa ku lakukan tanpamu
Ku hanya bisa mengatakan apa yang ku rasa
Ku menangis
Membayangkan
Betapa kejamnya dirimu atas diriku
Kau duakan cinta ini
Kau pergi bersamanya
Ku menangis
Melepaskan
Kepergian dirimu dari sisi hidupku
Harus slalu kau tahu
Akulah hati yang telah kau sakiti
Ku menangis
Harus slalu kau tahu
Akulah hati yang telah kau sakiti
Air mata Rania tidak bisa ditahan lagi. Suhana hendak mematikan radio itu, tapi dicegahnya.
“Biarkan Hana, lagunya enak, yang nggak enak itu jalan hidupku.”
“Tapi Nia. Kau yakin kuat dengar?”
“Ish, santai aja, aku pasti bisalah.” air matanya diusap perlahan. Suhana hanya mengurangi volume radio itu.
"(Hmmm,,)"
"(Yank,,, kamu itu personilnya sabyan ya?)"
"(Bukan. Kenapa mas?)"
"(Soalnya tiap aku panggil pasti jawabnya hmmmm... Mirip sama lagu Nisa sabyan yang hmm,,,,, hmmmm,,,,,hmmm,,,,, gitu yank.)"
Tawa meledak seketika di ruang guru.
"Astaga! Dia sampai nyebut loh." Bu Diva tertawa gemas. Nisa hanya mampu menggaruk belakang kepalanya yang tertutupi jilbab. Ia lega ternyata dipertemukan dengan orang-orang yang baik. Nisa mengira akan bertemu dengan rekan kerja yang persis dengan rekan kerjanya di LBB Mentari, beracun! Makanya ia terus saja merasa resah sebelum Hanum membuka obrolan barusan.
“Seriously? Gue pikir lo mau nanya apakah gue pernah menyelamatkan Bumi atau enggak.”
Daisi terkekeh. “Bukan lah!” tangkasnya cepat. “Gue penasaran aja, sih. Kali aja selera musik kita sama gitu.”
“Tapi, kenapa lo langsung tebak All Time Low, sih? Yang lain kek gitu. The Script atau apa kek.”
“Karena akhir-akhir ini gue lagi dengerin All Time Low yang Therapy. And then, enggak tahu kenapa, gue langsung kepikiran aja.”
"Ini bukan salah kamu."
Suasana hening sejenak. Hesti dan Narendra sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Apa kamu masih lapar?" tanya Narendra berusaha mencairkan suasana.
Hesti menggeleng.
"Kalau begitu, apa kamu mau mendengarkan musik saja?"
"Boleh."
"Baiklah, aku ada beberapa lagu nostalgia berbahasa Inggris. Semoga kamu menyukainya."
Narendra pun menekan tombol di dasboard dan kemudian mengalunlah lagu Can't Smile Without You oleh Barry manilow.
Lantunan lagu milik Pamungkas yang berjudul To The Bone mengalun merdu setelah kembang api berhenti menunjukan keindahannya di langit Bali.
Have I ever told you
Pernahkah aku memberitahumu
I want you to the bone
Aku menginginkanmu
Have I ever called you
Pernahkah aku memanggilmu
When you are all alone
Ketika kau sendirian
And if I ever forget
Dan jika aku lupa
To tell you how I feel
Memberitahumu bagaimana perasaanku
Listen to me now, babe
Dengarkan aku, sayang
I want you to the bone