Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jangan Paksa Aku...

Jangan Paksa Aku...

kilah Gilang, sembari mengambil tempat duduk di sisiku. “Tidak ada bulan di sini,” ujarku, sembari berpura-pura celingukan. “Bulannya yang aku maksud adalah Gadis cantik manis yang senang duduk melamun seorang diri di sampingku ini.” “Oh, kalau Bulan yang ini, sudah ada yang punya, Gie.” “Ya yang punya toh ortumu, makanya aku kemari mau minta sama ortumu.”
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai lirik padang bulan bahasa jawa
Baca
+Pustaka
Pembantu Rasa Nyonya

Pembantu Rasa Nyonya

Padaku ~~~ Surat cintaku yang pertama Membikin hatiku berlomba Seperti melodi yang indah Kata-kata cintanya Padaku Hari ini ku gembira Melangkah di udara Pak pos membawa berita Dari yang kudamba Ucapan semanis madu Tiga lembar rayuannya Rasanya tak puas hati Kuulangi lagi Satu, dua, dan tiga Kumulai membaca Surat cintaku yang pertama Membikin hatiku berlomba Seperti melodi yang indah Kata-kata cintanya Surat cintaku yang pertama Membikin hatiku berlomba Seperti melodi yang indah Kata-kata cintanya Padaku ~~~
9.81.3M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32.6K kali sebagai lirik padang bulan bahasa jawa
Tampilkan Ulasan (144)
Baca
+Pustaka
Penghujung Cerita
Rani tidak sadar bahwa dari dulu mas Suma xpernah suka wanita dan wanita pertamanya adalah Rani kalu Suma curang knpa dari dulu tidak buat knpa baru skrng pdhl dia duda udah lama menurutku paling hebat itu Dewi ngk ada wanita lain..
Astika Buana
Terima kasih sudah membaca cerita ini. Ikuti cerita lainnya dengan ketik di kolom pencarian: astika buana. . Terima kasih. Sayangi diri kalian dengan selalu bahagia, apapun keadaannya. . LOVE astika Buana
Baca Semua Ulasan
Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Tak ada lagi retakan baru, tak ada lagi kisah arwah yang terjebak. Namun setiap malam bulan purnama, pantulannya menampilkan bayangan taman pandan di Indonesia, tempat di mana potongan kecil cerminnya tertanam. Para biksu percaya, itu bukan keajaiban, melainkan kenangan jiwa yang saling mengenali lintas ruang dan waktu. Dan di taman pandan itu, setiap kali angin malam berembus, kelopak bunga jatuh ke tanah, menciptakan bunyi lembut seperti bisikan,
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai lirik padang bulan bahasa jawa
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Pelangi Jelita
Reader Q tersayang, jumpa lagi dalam karyaku kali ini ya, alih genre dulu ya, semoga kalian berkenan.. Komen.positifmya dan tanggapannya boleh banget di setiap babnya. monggo aja. siapa tau pernah juga mgalamin kejadian honor.. salam manis dari Author kalian.. ...️...️...️...️
Strawberry
Di kakak wangi pandan di rumahku tiap jam 11 keatas, saat aku masih sibuk ama laptopku pasti bau melati lewat....akhirnya setelah tahu ada apa aku pindah ke lantai dua skrang nulisnya eh...awal pindah ke lantai dua masih ikutin wanginya...
Baca Semua Ulasan
Janda Kembang

Janda Kembang

tutur Ibu yang langsung berdiri hingga membuat Dafa harus mendongak untuk melihat Ibunya. "Apa kamu tahu? Si Hanum, suaminya merantau ke Jakarta nggak pulang-pulang dan sekarang jadi apa? Jadi janda, Dafa! Apa yang Hanum dapat dari dia tinggal disini? Jawab Ibu!"
9.88.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 355 kali sebagai lirik padang bulan bahasa jawa
Baca
+Pustaka
Tumbal Bulan Suro

Tumbal Bulan Suro

Tapi di sudut hatiku yang lain, ada rasa penasaran dengan semua perkataan pria renta ini. "Karena ini masih bulan suro." Aku langsung berdecak kesal mendengar jawabannya. Lagi-lagi bulan suro. "Kau akan bisa pergi kalau seluruh tumbal sudah terpenuhi. Itu pun kalau kau selamat," ujarnya sembari terkekeh, lalu pergi begitu saja masuk ke jalan setapak yang berada di sisi kiri jalan.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai lirik padang bulan bahasa jawa
Baca
+Pustaka
Salah Kirim Paket

Salah Kirim Paket

Lagu berbahasa Jawa yang menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Seneng-seneng bareng Susah-susah bareng Nyanding sliramu Sayang sliramu Wes tak angen-angen We bakal dadi jodohku Wes tak angen-angen Koe dadi pilihanku Tenang, rasah sepaneng tenang Aku wes seneng Rene Rangkulen aku tak nggo sangu turuku Mbesok miliho dino kowe tak lamar Rasah nduwe roso, aku ninggalno
1084.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai lirik padang bulan bahasa jawa
Baca
+Pustaka
Yang Terpilih

Yang Terpilih

Ada rindu menyelinap seperti pencuri di malam hari. *** [1] Tang kompoy : bahasa Madura, artinya cucu saya. [2] Ango’an pote tolang atembang pote mata : lebih baik putih tulang daripada putih mata, peribahasa Madura yang artinya : lebih baik mati daripada menanggung malu.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai lirik padang bulan bahasa jawa
Baca
+Pustaka
Munajat Perawan Tua

Munajat Perawan Tua

tanyaku melirik jam dinding. "Sini,"ucap Dirga menepuk sofa di sebelahnya. "Ayah tahu lagu bahasa Jawa yang viral itu kah?"tanya Rania membuat kesalahan. "Yang mana? Wirang, Sigar, LDR, Cundamani atau Kisinan?"tanya Dirga antusias. "Ada yang bahasa Jawa halus, Yah. Kayaknya enak di dengarkan sebelum tidur,"ucap Rania meminjam ponsel ku.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai lirik padang bulan bahasa jawa
Baca
+Pustaka
SUDAH TAK PERAWAN

SUDAH TAK PERAWAN

Joko tingkir ngombe dawet Jok dipikir marai mumet Ngopek jamur nggone mbah wage Pantang mundur terus nyambut gawe Pantang mundur terus nyambut gawe Ning purwokerto tuku ketan Iki crito anak rantauan Lombok rawit pedes tenan Golek duet kanggo masa depan Golek duet kanggo masa depan Rokok klobot ning ngisor wit mlinjo Paling abot ninggal anak bojo Tuku donat ning kalimantan Tetep smangat kanggo masa depan Tetep smangat kanggo masa depan
1093.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai lirik padang bulan bahasa jawa
Baca
+Pustaka
Di Balik Gunung, Ada Bulan yang Menunggu

Di Balik Gunung, Ada Bulan yang Menunggu

Putri bungsuku menepuk lenganku sambil bertanya penuh semangat, “Lalu bagaimana, Mama? Setelah itu bagaimana?” Aku dan Tomi saling bertukar senyum. “Setelah itu… lahirlah kalian, tiga bocah kecil yang selalu bikin rumah ini ramai.” Angin malam berhembus, membawa aroma bunga gardenia. Saat itu aku sadar, semua luka, penderitaan, dan air mata di masa lalu… benar-benar hilang bersama angin. [Tamat]
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai lirik padang bulan bahasa jawa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status