Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah

Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah

Kupikir cinta tulus bisa meluluhkan hatinya. Tapi delapan tahun sudah cukup, aku sudah lelah. Aku tidak ingin mencoba menghangatkan sebuah hati lelaki yang sekeras batu. Sebulan tanpanya, hidupku terasa lapang. Ternyata perasaan tidak perlu selalu memikirkan laki-laki selega ini. Aku seperti burung yang lepas dari jaring, terbang bebas ke langit. Melihat pandangan dinginku, mata Irfan memerah dan berkata, "Kamu ingin meninggalkanku? Tapi apakah kamu pernah tanya pendapat Anto?"
5.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Baca
+Pustaka
Kalau Cinta Jangan Gengsi

Kalau Cinta Jangan Gengsi

“Hidup tak sebercanda itu Langit. Memang apa yang kamu harapkan dariku? Kamu sudah tahu bukan? Kenapa menawarkan hal yang tak mungkin terwujud.” “Namanya juga usaha, siapa tahu hatimu meleleh.” “Ini hati, bukan lilin, Langit.” Langit terkekeh geli, dia kembali tertawa saat cacing-cacing dalam perut bulan bernyanyi nyaring sekali. “Sial. Kenapa mereka tak tahu diri,” keluh Bulan malu. “Tunggu di sini aku akan membuatkan sesuatu. Kenapa tak mengajak makan malam Pak Bintang, bukankah tadi kalian bersama?”
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Baca
+Pustaka
Gagal Menjadi Bulanmu

Gagal Menjadi Bulanmu

Di saat yang sama, kembang api perayaan lamaran yang meriah mulai menghiasi langit di luar gedung. Di tengah riuh tepuk tangan dan sorak sorai para tamu, Arsen menggandeng tangan Saskia menuju balkon. Saskia mendongak menatap langit, dan melihat .... Kembang api yang memukau mekar di angkasa gelap, lalu melayang turun bagai kelopak bunga, seolah para bidadari sedang menari di langit malam. Saking indahnya, Saskia sampai lupa bernapas.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Baca
+Pustaka
Mas Duda, I Love You

Mas Duda, I Love You

Mereka terlihat memanjakan mata yang memandang Senyum merekah Ridwan saat tak sengaja matanya beradu pandang denganku, membuat hatiku mencelos, serasa terbang ke bulan dan tak balik lagi. Eh ..Emang tahu rasanya pergi ke bulan? love to the moon. Melayang jauh, semoga jangan nyungsep lagi ke bumi. ***
9.515.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 551 kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Baca
+Pustaka
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

“Ya. Ingatan tanpa pewaris akan hilang seperti embun. Kau harus membawanya pada mereka—manusia yang hidup di atas tanah yang dulu kutebus.” Kata-kata itu bergema di dada Lira. Ia ingin mengangguk, tapi di saat yang sama langit di atas mereka mendadak bergetar. Cahaya merah muncul di balik awan, membentuk garis besar lingkaran. Bulan—yang seharusnya belum terbit—naik perlahan dengan cahaya berwarna darah. Naira menatapnya dengan mata yang berkilat sedih.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Baca
+Pustaka
Kamu Akhirku, Berbalut Komedi Romantis-Tragis

Kamu Akhirku, Berbalut Komedi Romantis-Tragis

"KUDA YANG MANA, KUDA YANG MANA TUAN SENANGI?" "KUDA YANG PUTIH, KUDA YANG PUTIH DI DALAM KANDANG," sejak sore tadi virus biduan Daman dan Mia mulai kambuh. Sila yang ingin makan dengan tenang tersedak saat mendengar lagu yang dibawakan mereka. Dari tadi bawa lagu ga ada yang bener. "JANDA MANA, JANDA MANA TUAN SENANGI?" Mia berdendang lebih mirip knalpot motor racing, sih.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Baca
+Pustaka
Perjalanan Patah Hati

Perjalanan Patah Hati

"Liat nanti deh." Dan itu, Sal. Sembari menghela nafas panjang yang berat. Kembali meringis saat penyanyi di panggung menyanyikan Satu Bulan-nya Bernadya. ---
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Baca
+Pustaka
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

JIMAT TALI MAYAT Written by David Khanz Bagian (20) ----------------- o0o ----------------- Bulan penuh membulat putih di langit biru. Berhiaskan kerlip bintang-bintang mengedip-ngedip genit di angkasa, seakan sedang sibuk menggoda jutaan pasang mata makhluk penghuni ragam alam untuk mengangkat wajah dan memuja-muji keelokannya. Benar-benar malam terindah tanpa sekat awan yang mencoreng di tengah-tengah masa peristirahatan raja penguasa, sang mentari.
8.512.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Sahabat Pacarku

Sentuhan Panas Sahabat Pacarku

Dentuman musik semakin keras, lampu panggung mulai berganti warna. Dan ketika suara MC menggema dari mikrofon, semua lampu tiba-tiba padam. Hanya satu sorot lampu putih yang menyorot ke tengah panggung. “Ladies and gentlemen… give it up for… DJ PANDA!” Sorak sorai penonton meledak.
10104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Baca
+Pustaka
Si Bibir Merah - The Red Lips

Si Bibir Merah - The Red Lips

Lea malah mendukungnya dengan menjadi jasa pembersih dari aksi psikopatnya agar tak diketahui polisi. Lea akhirnya menjuluki Lovy dengan sebutan The Red Lips. Karena saat Lovy menghilangkan nyawa dari si korban, ia selalu meninggalkan sebuah sapu tangan dengan cap bibir merekah merah menyala di atas tubuh korban.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status