Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pendekar Bukit Meratus

Pendekar Bukit Meratus

Suara lengkuhan Putri Bulan kalau saja tak kalah dengan angin dan ombak, akan terdengar sangat jelas oleh anak buahnya. Tak ada yang bisa disalahkan dari keduanya, Putri Bulan wanita cantik, janda lagi dan sudah lama tidak bersama laki-laki. Boon Me, pemuda yang baru saja menginjak usia 23 tahunan sedang ganas-ganasnya dan sedang patah lagi, ia saat ini butuh kasih sayang, untuk redakan kegundahan hatinya. Apalagi racun ular merah yang sering bergejolak dalam darahnya, butuh penyaluran, dan malam ini apa yang dibutuhkan racun si ular merah terlaksana dengan sukses.
9.645.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas

Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas

belum sempat beberapa pria anggota Padepokan Lumut itu berdiri dengan sempurna, tiba-tiba sebuah sinar putih melingkar bulat seperti cincing ke luar dari putaran telapak tangan Mantili dan menghantam mereka hingga terpental dan jatuh terguling di tanah dengan dada yang terasa nyeri sekali. Rupanya Mantili mengeluarkan salah satu ajiannya yang bernama Cincin Bulan Menentang Angin, hingga cahaya putih yang melingkar bulat itu yang kian membesar memecah dengan mengeluarkan suara letupan mengandung kekuatan dorong yang sangat dahsyat sampai membuat para pria berpakaian hijau di sekelilingnya terpental beberapa tombak dengan dada nyeri dan di masing-masing sela bibir mereka mengeluarkan darah seg
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Baca
+Pustaka
Dada Malam, Nafas Pagi

Dada Malam, Nafas Pagi

"Ada apa?" Arsa perlahan meraih mawar merah itu. Dia membalikkan tangannya, membiarkan duri mawar itu melukai telapak tangannya sedikit. Mawar merah adalah kode darurat yang mereka gunakan saat di Belgrade: Darurat Berdarah. Arsa kemudian menoleh, dan matanya bertemu mata Kania. Amarah Arsa meledak. Amarah itu bercampur dengan terkejut, tetapi ia mengendalikan ekspresinya. Arsa tidak melihat sniper, ia hanya melihat pelanggaran perintah yang paling kejam.
10886 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Dalam perjalanan, Julian berkata, "Bu, aku tidak mau belajar piano lagi, aku juga tidak mau Pak Joses lagi. Jangan nangis." Matanya sendiri masih bengkak, tetapi Julian malah menghiburnya. Susan merasa sedih dan bersalah, dia menahan emosinya dan menyeka air matanya, "Ibu nggak nangis." "Tapi, matamu terlihat sangat sedih." Mendengar ini, Susan tak kuasa menahan tangis, "Julian, maaf! Semua ini gegara Ibu tak berguna!" Gegara tak berguna, dia tidak bisa mempertahankan apa pun.
17.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 666 kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Baca
+Pustaka
Tumbal Bulan Suro

Tumbal Bulan Suro

Ibu langsung menghampiriku yang begitu syok mendengar kabar duka tersebut. "Bu, baru tadi pagi lho, aku bertemu dengan Mas Danu. Dia pun terlihat baik-baik saja," gumamku masih tak menyangka. Ibu mengelus bahuku berusaha menguatkan. "Sekarang kamu percaya kan kalau tumbal bulan suro di kampung ini nyata?" Refleks aku menatap wajah Ibu. "Tapi tumbal itu dipersembahkan oleh siapa dan untuk siapa, Bu? Kenapa hanya di desa kita saja yang seperti ini?"
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Baca
+Pustaka
Satria Roh Suci

Satria Roh Suci

“Kau bukan satria suci, tapi melihat caramu, kau pasti menguasai seni bela diri, apa kau seorang pemanah?” Danur Jaya hanya tersenyum, “seperti yang kalian lihat, aku memang pemanah.” “Ada banyak anggota Bulan Merah di tempat ini,” ucap salah satu satria itu, “dari beberapa warga biasa di lantai bawah, atau pula saudagar yang duduk di lantai ke dua. Bulan Merah menebarkan banyak mata-mata ke segala penjuru benua Sundaland.”
9.7233.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.4K kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Tampilkan Ulasan (76)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Izin promosi Thor… Baraka adalah SANG PEWARIS PARA DEWA yang telah diramalkan kelahirannya sejak Seribu Tahun Yang Lalu. Baraka memiliki takdir yang akan menjadi ujian bagi dirinya untuk naik kelangit dan menjadi seorang dewa. Baca kisahnya kisah : PENDEKAR KERA SAKTI
لانتينج الجديد
hy Thor semoga sehat selalu ya di tunggu up nya ... buat temen2 numpang promo ya ... dari pada menunggu up dari Thor nya ..yu coba mampir di cerita saya yg berjudul Semoga Thor nya selalu up dan ga telat up selalu konsisten.. terima kasih buat yg udah mampir di cerita ku
Baca Semua Ulasan
PENDEKAR Sabda JAGAD

PENDEKAR Sabda JAGAD

Eyang Shindupalla kerahkan pamungkas 'Pukulan Matahari dan Rembulan'nya, melesat dua buah bola energi dari kedua kelapan tangannya. Dari kepalan tangan kanannya melesat bola cahaya putih menyilaukan bak matahari, sedangkan dari tangan kirinya melesat bola cahaya merah membara bak rembulan. Dua bola cahaya itu melesat memapasi ke sepuluh larik hitam keemasan yang mengarah padanya. "Hiaahh..!" Blaatzzhk..!!
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 541 kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Baca
+Pustaka
DINIKAHI KONGLOMERAT

DINIKAHI KONGLOMERAT

oh cinta Hingga masih bisa kurangkul kalian sosok yang mengaliri cawan hidupku Bilakah kita menangis bersama tegar melawan tempaan semangatmu itu oh jingga Hingga masih bisa kujangkau cahaya senyum yang menyalakan hasrat diriku Bilakah kuhentikan pasir waktu tak terbangun dari khayal keajaiban ini oh mimpi Andai ada satu cara tuk kembali menatap agung surya-Mu Lembayung Bali Lagu itu begitu lembut dan memiliki rasa yang tajam. Alma menarik napas berulang memastikan hatinya baik-baik saja, tetapi dia kalah.
9.7330.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.9K kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Baca
+Pustaka
Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Ia menatap langit di atas kepalanya. Langit malam kini diselimuti awan gelap, dan di balik awan itu, muncul cahaya merah menyala. Bulan malam ini bukan putih—melainkan merah darah. Angin bertiup kencang, membawa aroma logam dan api. Dalia menatap pemandangan itu lama, hingga bibirnya bergetar. “Bulan merah...” gumamnya. “Pertanda perang besar.”
9.856.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
nanadvelyns
Halo, para readers terkasih. Terima kasih banyak. Tanpa kalian dan editorku terkasih pula, Dalia tidak akan tersaji dengan lebih banyak warna. Dengan dukungan kalian pula, penulis berhasil membawa Dalia pada juara satu small writing contest dan menjadi top winner(。ノω\。)♡♡
Lily Dutch
wanita wanita harem ini bikin pusing deh, bisa gak sih mereka idgaf aj. untung dalia sama adipati bukan kaisar, tp aku jujur pengen adipati jadi kaisar juga sih tapi aku gamau klo adipati punya banyak selir
Baca Semua Ulasan
Cintai Rembulan

Cintai Rembulan

Mungkin, malam ini Feray akan menjadi gadis yang tak lagi mampu menjaga kehormatan dalam dirinya yang berharga. “Kurang ajar! Yaa Tuhan, cabut nyawaku sekarang. Aku rela,” batin Feray. Feray yang memiliki arti cahaya rembulan bahkan malam ini tak sanggup lagi untuk sukarela berbagi cahayanya. Begitu pula dengan Jevan yang selalu mengagumi rembulan. Dirinya kecewa karena cahaya rembulan di langit sana tak mampu untuk sekadar menghiburnya hingga membuatnya memilih cahaya rembulan lain yang menghuni bumi. Ialah Feray.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai lirik padang bulan merah putih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status