Suamimu Masih Mencintaiku
Haikal, darah dagingku.
“Sayang, sapa dulu dong. Itu, ada Ibu,” ucap Melisa lembut sambil menunjuk ke arahku.
Haikal menatapku ragu, lalu dengan suara gemetar yang memberanikan diri, ia berkata, “Assalamualaikum…”
“Waalaikumsalam, Sayang…” jawabku lirih, suaraku nyaris pecah oleh haru.
Dan saat itu, Haikal berlari kecil ke samping ranjang Aslan, memeluk leherku seerat mungkin. Hangat. Tubuh kecilnya terasa begitu rapuh tapi penuh cinta yang selama ini tertahan.
인기 회차