KEMBALINYA SANG RATU
Mereka duduk dalam lingkaran kecil di bawah langit yang terbentang luas, mendengarkan suara angin sambil meniti harapan dari setiap hela napas yang diberikan bumi.
Satu petani tua, dengan mata suram namun penuh kehangatan, mempersilakan Lintang duduk di antara mereka. "Kami bukan sekadar menanam padi atau buah zaitun," ujarnya dengan lirih namun tegas, "melainkan menanam benih perdamaian. Tanah kami, meski keras oleh zaman dan konflik, tetap berusaha mengajarkan arti hidup yang sederhana. Setiap benih yang kami tanam adalah doa agar dunia ini tak selalu diliputi oleh perang."