RInai (Cinta Tak Sesakit Ini)
Semua usahanya beratus-ratus hari untuk melupakan, terasa sia-sia karena melihat potret di rumah Nailah, senyum bahagia Kenshi sambil menggendong bocah kecil memporak-porandakan pertahanannya.
Hujan semakin deras seiring airmata Rinai yang semakin meruah jatuh. Dia terisak di tengah hujan. Rinai tak merasakan dingin meski hari telah beranjak senja. Matahari telah kembali ke peraduan, membiarkan hujan dan payoda kelabu menari-nari di nabastala. Rinai merasa tubuhnya tak lagi memiliki daya. Dia terduduk di dekat sepedanya, memeluk tubuhnya sendiri di antara derai tangisan langit. Dia ingin menangis sepuasnya, berharap airmata membawa serta luka keluar dari dada. Semoga esok Tuhan mengangkat in