Ada Hantu Di Ujung Jalan
“Pergi, Jak. Awan, Briga, Sisil pasti nunggu kamu. Aku akan tetap di sini... dan aku akan tetap melanjutkan disini dengan kenangan – kenangan bersama kalian.”
Jaka mengangguk dan berusaha menahan tangis.
“Titip salam buat Awan, Briga sama Sisil, ya.”
“Ga mau, kamu harus sampaikan sendiri, nanti... pas kita ketemu lagi.”
Cahaya putih itu bercahaya semakin terang, mengalir pelan seperti kabut hangat yang memanggil Jaka untuk pulang. Wajah Jaka tampak bersinar dengan mengenakan pakaian putih bersih yang tampak baru, serta wangi bak melati yang mekar dini hari.
Chapitres populaires